Target Produksi Padi 700.509 Ton, Carlo Minta Rubah Mindset

269 views

Pj. Gubernur Sulbar memberikan arahan dan masukan pada Dinas Pertanian di Sulbar pada saat pemaparan program prirotas SKPD

Mamuju, Katinting.com – Produksi padi setiap tahun di Sulawesi Barat  terus meningkat. Padi tahun 2017, sasaran produksi padi ditargetkan mencapai 700.509 ton. Jumlah tersebut meningkat dari capaian produksi tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2014 capaian produksi padi sebesar 449.621 ton, pada tahun 2015 mencapai 461.884 ton, dan pada tahun  2016 mencapai 636.827 ton.

Hal tersebut sesuai data yang dipaparkan oleh Kepala Dinas Pertanian Hamzah pada saat pemaparan program prioritas SKPD khusus Dinas Pertanian yang berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu, 25 Januari 2017.

Selain produksi padi yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, komoditi lain seprti jagung dan kedelai juga meningkat. Untuk produksi jagung, dari tahun 2014 mencapai 110.300 ton,pada tahun 2015 mencapai 100.811 ton dan tahun 2016 mencapai 425.260 ton, dan tahun 2017 ditargetkan mencapai 198.847 ton. Untuk produksi kedelain, dari tahun 2014 mencapai 3.998 ton, tahun 2015 mencapai 4.218 ton, tahun 2016 mencapai 6.185 ton dan tahun 2017 ditargetkan mencapai 19.181 ton.

Selain produksi padi, pada kesempatan tersebut,Hamzah juga menyampaikan dalam 2 tahun terakhir, Nilai Tukar Petani (NTP) sektor Pertanian di Sulbar juga mengalami peningkatan yaitu 102,96 pada tahun 2014, menjadi 104,36 pada tahun 2015, dan data terakhir bulan November tahun 2016 sebesar 108,61.

“Itu artinya, ada peningkatan kesejahteraan petani sehingga sektor pertanian juga turut berperan mengurangi angka kemiskinan di Sulbar,” jelas Hamzah.

Pada tahun 2017, pagu APBD Dinas Pertanian Sulbar sebesar  Rp. 51.428.996.375.12 dengan rincian belanja langsung sebesar Rp. 37.981.500.000,00 dan belanja tidak langsung sebesar 13.447.496.375.996.12.

Untuk paparan program prioritas Dinas Pertanian Sulbar, Pj. Gubernur Sulbar  menyarankan untuk membuka lahan-lahan pertanian dan penempatan penyuluh pertanian di masing-masing  daerah agar sektor pertanian bekerja lebih maju dan efesien.

Carlo juga menekankan SKPD untuk bersifat transparan dan terbuka, “SKPD harus bersikap transparan dan terbuka dalam setiap permasalahan yang dihadapi sehingga tercipta suatu perubahan”.

Jika setiap SKPD  tidak transparan dan terbuka dalam setiap permasalahan yang dihadapi maka tidak akan tercipta suatu perubahan. Lakukan dan berikan yang terbaik, kalau tidak ada keterbukaan kita tidak akan melakukan perubahan, tandas Carlo.

Lebih lanjut Carlo mengungkapkan, bahwa di  masa kepemimpinan Anwar Adnan Saleh selama 10 tahun sebagai Gubernur telah melakukan yang terbaik dari infrasruktur Sulawesi Barat, dan tersebut telah dirasakan dan dinikmati bersama.

“Program kerja Anwar sangat jelas selain  berfokus pembangunan, Ia bekerja keras dalam pengadaan anggaran Sulbar. Masa kepemimpinan Pak Anwar telah melakukan yang terbaik dari infra sruktur yang sekarang kita nikmati,  Anwar juga fokuskan pada anggaran Sulawesi Barat,” ungkapnya.

Dalam arahan yang ia berikan Carlo menyampaikan, bahwa pemaparan program tidak mencari benar atau salah, tetapi forum tersebut diadakan untuk mencari perbaikan demi terwujudnya keinginan bersama.

“Sudah saatnya merubah mindset agar lebih maju dalam membangun organisasi pemerintahan. Tanamkan rasa tanggung jawab kepada diri pribadi. Tanyakan apa yang anda perbuat untuk negara, bukan sebaliknya, organisasi pemerintahan ini jagan dijadikan juru selamat,” tandas Carlo.

Pada  acara tersebut Pj  Gubernur Sulbar Carlo B Tewu, didampingi Asisten Tata Praja, Nur Alam Thahir, Asisten  Adminsitrasi, Djamila, Staf Ahli Gubernur Darno Majid. (ADV/HMS)

 

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.