oleh

ABM dan Harapan Masa Depan Majene Sebagai Kota Pendidikan

-Pemilu, Politik-260 Dilihat
banner 728x90
img-20161108-wa0050
Ali Baal Masdar bersama Andi Ruskati ABM dan Warga

Majene, Katinting.com – Sebelum wacana pembentukan Provinsi Sulbar jauh didengungkan, Kabupaten Majene sudah dijuluki sebagai Kota Pendidikan di empat Kabupaten yang ada di jazirah Mandar. Ada mata rantai historis, julukan ini muncul lantaran banyaknya sekolah-sekolah dan siswa-siswa berprestasi yang lahir dan menempa pendidikan di Kota tua Mandar lama ini.

Tak salah, dengan keunggulan yang dimilikinya itu, para  eksponen pejuang pembentukan Sulbar memilih Majene sebagai daerah yang akan dipusatkan menjadi sentra pendidikan jika kelak Sulbar terbentuk saat itu. Dan faktanya hari ini, pasca Sulbar terbentuk, Kabupaten Majene benar-benar  dipilih untuk ditempati dua perguruan tinggi negeri yaitu Universitas Sulawesi barat (Unsulbar) dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene yang sementara menapaki diri untuk dijadikan Universitas Negeri laiknya UIN Alauddin Makassar  yang fokusnya dibidang pengkajian keagamaan.

Ali Baal Masdar (ABM) sebagai tokoh dari sekian tokoh eksponen pembentukan Sulbar tak bisa dinapikan perannya begitu saja untuk menjadikan Majene sebagai Kota Pendidikan.

Tak ada yang menyangsikan, meskipun sebagai Bupati Polman dirinya dengan gigih berjuang bersama pejuang-pejuang lain untuk mempercepat pembentukan Provinsi Sulbar, dan salah satu rekomendasinya Kabupaten Majene dijadikan sebagai Pusat pendidikan di Sulbar.

Dalam pertemuan ABM dengan sejumlah awak media siang ini, Selasa (08/11) di Kelurahan Pangali Ali Majene,  Calon Gubernur nomor urut 3 yang lagi viral di media sosial dengan simbol “Salam Tiga Jari” ini menceritakan sejumlah indikator dan harapan-harapannya untuk Majene sebagai Kota Pendidikan di Sulbar.

“Majene sejak dulu dikenal sebagai gudangnya tokoh pendidik, banyak tokoh berpengaruh lahir dari kota ini, bukan hanya untuk skala Sulbar melainkan Indonesia, sebut saja Prof Dr. Basri Hasanuddin, almarhum Prof Makmun Hasanuddin, Baharuddin Lopa pun meski kelahiran Pambusuang tapi pernah menjadi Bupati disini (Majene,red) saat masih berstatus afdeling, sekolah pun demikian, siapa yang tak kenal SMU 1 Majene sebagai sekolah unggulan,“ ujar ABM memulai pembicaraan saat awak media mulai menanyakan harapan-harapannya untuk Majene kelak.

Lebih jauh ABM mengemukakan, bahwa mimpi untuk mensejajarkan Majene dengan kota-kota pendidikan lainnya di Indonesia seperti Jogja dan Malang bukan hal mustahil untuk diwujudkan.

“Kenapa tidak? Kan sejumlah orang-orang cerdas yang ada disana (Jogjakarta,red) kan banyak juga orang Sulbar, Cak Nun aja budayawan Indonesia dulunya belajar di Mandar, untuk sementara mungkin kita akan kalah fasilitas dengan kota-kota seperti Malang dan Jogja, tapi untuk kualitas SDM saya kira tidak jauh bedalah dengan mereka, dan itulah nanti peran Pemprov Sulbar menjadi fasilitator dan membuka akses ke pusat demi mewujudkan visi Majene sebagai kota Pendidikan, pemerintah tidak boleh setengah-setengah,“ tambah ABM semakin semangat bercerita.

Ditambahkan ABM. Siapa pun nanti yang diamanahi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, harus secepatnya melakukan terobosan, mengumpulkan orang-orang cerdasnya Sulbar, baik yang berkiprah diluar maupun yang masih setia berkarir di Sulbar. Baik yang berada pada tataran elit, maupun yang saat ini melakukan kerja-kerja di masyarakat, baik yang formal maupun non formal, tak terkecuali para tokoh-tokoh mudanya.

“Terobosan Gubernur Sulbar wajib kita apresiasi, meskipun belum sepenuhnya maksimal karena terbentur sejumlah kendala,  tinggal bagaimana kita merealisasikannya, sedikit demi sedikit dan bertahap, di internal tim kami pun juga sudah menyiapkan desainnya untuk memuwudkan mimpi bersama  itu, saya siap pasang badan,“ ujar ABM menambahkan. (*)

Bagikan
banner 728x90