Mamuju Tengah, Katinting.com – Gedung baru Kantor dan Perpustakaan Mamuju Tengah berlantai tiga, bersisian lokasi alun alun KTM Tobadak, ambruk dibeberapa bagian, sehingga air buangan dari lantai 3 mengucur deras ke bawah tepat ditengah tengah dari gedung Perpustakaan..
Gedung yang dibangun dengan anggaran mencapai Rp.10 miliar ini, ambruk saat bangunan diduga masih menjadi tanggungjawab rekanan atau belum diserahkan ke Pemkab Mamuju Tengah sepenuhnya 100 persen.
Dari informan laman ini, menyampaikan bahwa gedung Perpustakaan Mamuju Tengah, yang ambruk tersebut, terjadi saat hujan berlangsung, sehingga air turun menjebol plafon gedung.
“Jadi airnya dari atas, dari lantai 3, sebab memang sedang hujan, airnya menjebol plafon gedung, dan tumpah cukup deras, mengejutkan sejumlah orang disekitar titik yang ambruk” ungkap sumber laman ini.
Masih menurut sumber kami, anggaran pembangunan gedung Perpustakaan ini, menghabiskan anggaran tidak kurang dari Rp.10 miliar, tapi kalau melihat apa yang terjadi pada Kamis kemarin, tentu dipertanyakan kualitasnya ketika disetarakan dengan anggaran yang dihabiskan.
“Kan jadi tanda tanya juga, kenapa bisa gedung dengan anggaran tidak kurang dari Rp.10 miliaran ini, kok ambruk, pasti ada apa apanya, pada pengelolaan anggaran” tutur sumber kami.
Terpisah, PPK Pembangunan Gedung Perpustakaan Mamuju Tengah Ifrad, Jumat (22/03), mengemukakan bahwa benar yang ambruk itu adalah bahagian gedung perpustakaan yang baru, yang kebetulan dirinya dalah PPK dalam proyek tersebut.
“Hanya saja, gedung yang ambruk dibeberapa bagiannya ini, status kemajuannya, adalah 90,84 persen, dan sudah kami lakukan pemutusan kontrak, sebab tidak mencapai 100 persen” beber Irfrad.
Hanya saja kemudian, ditengah kondisi bangunan yang belum rampung, pihaknya menempati gedung yang baru, dikarenakan bangunan tempat berkantor sebelumnya, masa kontraknya berakhir.
“Sehingga pilihan pimpinan, kita gunakan saja gedung baru ini, meskipun kemudian disadari bangunannya masih belum rampung, tapi dalam posisi numpang berkantor” jelas Irfrad.
Ia mengungkapkan bahwa jebolnya plafon lantai dua, disebabkan oleh debit air tertampung di lantai tiga, yang tak mampu tertahan beben, mengakibatkan air tumpah ke lantai dua.
“Karena memang hari itu, hujan cukup deras, sehingga airnya juga cukup banyak” pungkas Irfrad.
Sementara itu, Plt Kepala Kantor Perpustakaan & Arsip Mamuju Tengah Ashari, menyampaikan bahwa ambruknya gedung perpustakaan yang baru itu, kejadiannya Januari lalu. Dan masih menjadi tanggungjawab dari pelaksana proyek.
“Akan tetapi pihak pelaksana proyek sudah bertanggungjawab, sehingga kami minta kepada rekan rekan media agar disampaikan informasi ini” singkat Ashari. (Fhatur Anjasmara)






