Mamasa, Katinting.com – Diberitakan sebelumnya, Warga Dusun Kanan, Desa Leko Sukamaju, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa pada (4/3/23) kemarin di hebohkan dengan adanya penemuan Granat oleh Panji (5) saat menggali Batu di Sungai bersama Ayahnya, Muliady.
Baca juga : Benda Diduga Granat Ditemukan di Mamasa
Usai ditemukan, granat tersebut dibawa Panji dan ayahnya ke rumahnya kemudian dibersihkan lantaran penasaran, namun ternyata barang tersebut merupakan Bahan peledak (Granat).
Tak berselang lama setelah ditemukan, petugas kepolisian langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), setelah mendapat laporan tentang adanya penemuan Granat tersebut.
Kepolisian Satreskrim Polres Mamasa bersama Polsek Mambi turun langsung mengamankan Lokasi penemuan Bahan peledak tersebut sembari menghubungi Tim Jibom dari Polda Sulawesi barat.
Setelah mendapat laporan, Tim Jibom Detasemen Gegana Polda Sulbar langsung bergegas menuju lokasi penemuan granat tersebut. Namun, karena jarak tempuh yang tidak dekat, sehingga proses evakuasi dilakukan sehari setelah Granat ditemukan oleh warga.
Sebanyak lima personil Tim Jibom Detasemen Gegana Polda Sulawesi Barat (Sulbar), tiba di lokasi penemuan Granat guna melakukan penjinakan, Minggu (5/3/23).
Dalam proses evakuasi, Tim Penjinak Bom dipimpin langsung Kepala Unit Jibom Detasemen Gegana Polda Sulbar, Iptu Sulkarnain.
Kepala Unit Jibom Detasemen Gegana Polda Sulbar, Iptu Sulkarnain mengatakan, setelah dilakukan evakuasi oleh Tim Jibom, Granat jenis nanas yang ditemukan oleh warga dinyatakan masih aktif. Granat tersebut, diduga kuat peninggalan tahun 1953 silam.
Usai dilakukan evakuasi, Granat tersebut dibawa oleh Tim Jibom ke Polda Sulbar untuk diamankan.
“Kami akan lakukan peledakan terhadap barang bukti tersebut, setelah mendapat acc dari Kapolres dan Pimpinan Satuan Brimob Polda Sulbar,” terang Iptu Sulkarnain.
Dalam proses peledakan nantinya seteleh mendapat acc dari pimpinan, akan dilakukan di lokasi yang luas dan jauh dari jangkauan masyarakat, dikarenakan Granat tersebut masih aktif dan tergolong handak militer.
“Yang pasti Granat jenis nanas ini merupakan barang impor dari luar negeri, namun, secara spesifik asalnya kami tidak dapat pastikan,” katanya.
Dalam melakukan penjinakan, Tim Jibom Detasemen Gegana Polda Sulbar tidak menemukan adanya kendala signifikan, meskipun medan yang ditempuh harus berjalan kaki sepanjang kurang lebih dua kilometer.
Setelah nanti dilakukan penjinakan, Tim Jibom langsung membawa barang bukti tersebut ke Polda Sulbar menggunakan bomlangket.
(Jeje)






