Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Fotografer Komersil Berusaha Bangkit di Tengah Pandemi

Rahmat Abdullah tengah memotret pegawai yang mengikuti kegiatan Rakerkesda Sulbar 2020 di Hotel Matos Mamuju. (Dok. Zulkifli)

Mamuju, Katinting.com – Rahmat Abdullah (27) tengah berkemas merapihkan sejumlah peralatan kamera kedalam tas backpack miliknya. Ia baru saja selesai mendokumentasikan sebagian rangkaian kegiatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat yang tengah menggelar rapat kerja kesehatan Daerah (Rakerkesda) Sulbar 2020 di Hotel Matos Mamuju.

Rahmat Abdullah berprofesi sebagai fotografer komersil. Industri kreatif ini telah digelutinya sejak dua tahun terakhir berfokus pada foto pre-wedding dan wedding. Namun kali in ia tidak hanya berfokus pada pre-wedding dan wedding, kegiatan instansi pemerintahan pun yang membutuhkan jasa nya ia embat. Ya, Rahmat kali ini tengah berusaha mengembalikan modal kala melengkapi properti kameranya.

Akhir tahun 2019, Jasa fotografi lelaki bujang kelahiran,  Sabang Subik, Polman 26 Mei 1993 itu tengah naik daun di wilayah Majene dan Polman. Untuk memberikan kepuasan kepada konsumen yang menggunakan jasanya, Ia merogo kocek lebih dalam manambah alat kamera nya mulai dari laptop, body kamera Canon 600D, Lensa 18-200 mm, Lensa Fix 50 mm, Flash Eksternal, Tripod, Filter, Vertikal Grip, dan Soft Box.  Properti kamera semakin lengkap, job foto pre-wedding dan wedding lumayan banyak waktu itu.

Namun Rahmat dan bahkan kita semua tidak pernah menyangka bulan Maret tahun menjadi sejarah besar yang mungkin tidak akan terlupakan. Semua aktivitas terpaksa terhenti. Ya semua itu karena Corona. Virus yang menyebar hampir ke-200 negara tanpa diskriminasi, bahkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Italia, Perancis juga terdampak, tidak terkecuali negara tercinta kita Indonesia.

Karena mobilitas orang-orang sangat tinggi, penyebaran virus ini sangat luas dibandingkan dengan virus flu pendahulunya (SARS CoV, MERS, H1N1 dll). Dampak wabah yang langsung ini juga berkaitan dengan industri fotografi antara lain dibatalkannya banyak acara seperti pada pre-wedding dan wedding.

Rahmat betul-betul merasakan dampak pandemi ini. Pekerjaannya yang semulah lancar-lancar saja tetiba berhenti. Pre-wedding dan wedding terpaksa dibatalkan konsumen. Modal belanja perlengkapan properti kamera tak bisa tertutupi. Ia hanya bisa pasrah sembari menunggu kapan pandemi ini berakhir.

Bulan Juli kemarin pemerintah mengumumkan agar masyarakat hidup dalam era kehidupan baru atau yang di sebut new normal. Sebagian usaha yang sempat terhenti secara perlahan mulai berjalan kembali. Namun tidak disarankan untuk mengumpulkan orang banyak guna mencagah penyebaran virus corona.

Profesi Rahmat yang harus mendukumentasikan orang-orang banyak tentu tidak terlalu berjalan maksimal meski sudah memasuki era new normal. Orang-orang yang memerlukan jasa nya tak seramai tahun lalu. “Awal-awal new normal itu, paling dua atau tiga acara menikah yang pakai jasa ku dalam sebulan. Tidak seperti  tahun lalu, biasa sampai enam acara nikahan saya ambil,” kata Rahmat, Rabu (24/11).

Semakin kesini kegiatan-kegiatan masyarakat dan kegiatan pemerintahan sedikit-demi sedikit mulai berjalan seperti biasanya, akan tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak.

Dipenghujung tahun memang biasanya instansi pemerintahan beramai-ramai menggelar kegiatan untuk penghabisan anggaran. Instansi pemerintah yang membutuhkan jasanya untuk dokumentasi ia ambil juga.  Itu dikarenakan, jasa foto  pre-wedding dan wedding tak seramai tahun lalu. “Sekarang ini apapun pun jobnya kuambil juga, ya paling tidak kembali modal dulu, mudah-mudahan tahun depan lancar lagi job,” ungkapnya.

Untuk tetap menjaga kenyamanan konsumen dalam bekerja dan tentunya menjaga dirinya agar tidak terpapar virus corona, Rahmat betul-betul menerapkan protokol kesehatan. Ia selalu membawa hand santizer, dan beberapa masker disetiap kegiatan yang ia ikuti serta sebisa mungkin tidak bersentuhan dengan orang lain.

Rahmat menunjukkan hasil fotonya. (Dok. Zulkifli)

“Ya kalau terpapar ki, pasti orang-orang nda berani pake jasa ta’ makanya harus betul-betul terapkan protokol kesehatan apalagi kita ini selalu bertemu dengan orang banyak,” sebutnya.

Rahmat berharap virus corona mereda, paling tidak tahun segera ada vaksin untuk menangkal virus corona yang disiapkan pemerintah betul-betul dapat memutus penyebaran covid-19 dengan ampuh. Sehingga kehidupan berjalan lagi seperti biasanya.  Dengan begitu industri kreatif yang ia geluti ini sebagai sumber utama pemasukkan dapat berjalan lancar kembali.

(Zulkifli)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat