Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Forum Lalu Lintas Sulbar Bahas Lima Pilar Keselamatan, Catatan Korban Meningkat Signifikan

Mamuju, Katinting.com  Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Arjanto mewakili Kepala Bapperida Sulawesi Barat, Junda Maulana, mengikuti Forum Komunikasi Lalu Lintas di Kantor Jasa Raharja Sulbar, Senin (15/09). Forum ini dihadiri sejumlah pejabat terkait, antara lain Rusmin, Kepala Jasa Raharja; Anindita dari Dirlantas Polda Sulbar; Akbar Atjo, Kabid Perhubungan Darat Dishub Sulbar; Asman dari UPT Terminal Simbuang BPTD Kelas III Sulbar; serta Fahri dari BPJN Sulbar.

Fokus rapat adalah membahas lima pilar keselamatan berlalu lintas, yaitu:

  • Sistem berkeselamatan

  • Jalan berkeselamatan

  • Kendaraan berkeselamatan

  • Pengguna jalan berkeselamatan

  • Penanganan korban kecelakaan

Arjanto memaparkan tren peningkatan santunan kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Barat, dari Rp 6 miliar pada 2021 menjadi lebih dari Rp 8 miliar pada 2024. Peningkatan ini mencerminkan bertambahnya jumlah korban kecelakaan setiap tahun. Kabupaten Polewali Mandar, Mamuju, dan Majene mencatat angka kecelakaan tertinggi. Kecamatan Mamuju, Simboro, dan Kalukku di Kabupaten Mamuju menjadi titik rawan utama.

“Sebagian besar korban adalah pengendara sepeda motor usia produktif. Ini berdampak tidak hanya fisik, tapi juga kondisi ekonomi keluarga yang kehilangan sumber penghidupan,” tegas Arjanto.

Rapat menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, antara lain:

  • Forum komunikasi akan dilaksanakan secara rutin dan bergiliran di berbagai lokasi

  • Koordinasi intensif melalui WhatsApp Group agar responsif dan cepat aksi

  • Edukasi keselamatan berlalu lintas difokuskan pada pelajar SLTA di daerah rawan kecelakaan

  • Pelayanan pemeriksaan berkala gratis bagi pengemudi oleh Biddokpol dan Dinkes

  • Sosialisasi keselamatan berkendara oleh Polda, Dishub, dan Jasa Raharja

Arjanto menekankan perlunya agenda rencana kerja yang jelas dalam setiap pertemuan, berbasis data titik rawan dan penyebab kecelakaan. Tujuannya, Forum Lalu Lintas harus mampu menurunkan angka kecelakaan secara signifikan.

“Membaiknya kualitas infrastruktur jalan belakangan ini justru berpotensi memancing pengendara untuk meningkatkan kecepatan, sehingga risiko kecelakaan bertambah,” ujar Arjanto.

Masalah khusus muncul pada pelaksanaan Car Free Day (CFD) rutin setiap Minggu di Jalan Arteri Mamuju (MAR), yang mengganggu perjalanan lintas kabupaten dan provinsi, terutama bagi truk besar. Solusi harus dicarikan agar CFD tetap berjalan tanpa merugikan pengguna jalan lain.

Sementara itu, Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, menegaskan komitmen pemerintah daerah melalui partisipasi aktif di forum ini. “Kehadiran Kabid Infrastruktur menegaskan sinergi lintas sektor demi keselamatan publik, sejalan dengan misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka tentang pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan pelestarian lingkungan hidup,” jelasnya.

Junda juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas jalan harus diiringi dengan edukasi dan pengawasan agar tidak memicu perilaku berkendara berisiko. “Kami mendukung pendekatan terpadu antara pembangunan fisik dan peningkatan kesadaran pengguna jalan,” pungkasnya. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat