Katinting.com, Bontang – DPRD Bontang meminta Pemerintah Kota memasukkan skenario mitigasi bencana dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Hal ini untuk memastikan kesiapsiagaan anggaran dan program pembangunan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam.
Anggota Pansus DPRD Bontang, Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa meski Bontang relatif aman dari bencana besar, upaya antisipasi tetap harus dilakukan. Cotohnya tragedi tsunami Aceh sebagai pembelajaran penting.
“Ketika bencana besar terjadi, seluruh peta pembangunan bisa berubah drastis. Maka, dokumen RPJMD harus punya kerangka mitigasi dan respons yang konkret,” ujarnya, Senin (30/6/2025).
Yusuf menekankan bahwa bencana bukan hanya mengganggu pelaksanaan pembangunan, tapi juga berpotensi menimbulkan tekanan besar terhadap keuangan daerah.
“Kami belum tahu berapa alokasi anggaran mitigasi yang diusulkan. Tapi ini pasti jadi perhatian serius DPRD dalam pembahasan lanjutan,” sambungnya.
Ia berharap Pemkot tidak menganggap enteng risiko bencana, meski saat ini kondisi geografis Bontang belum menunjukkan potensi ekstrem.
“Lebih baik kita siaga daripada menyesal. Antisipasi harus ada, walau kita berharap bencana tak terjadi,” tutupnya. (Re)






