Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

DPMTSP KUKM Mamuju Tengah, Terus Bergerak Mendorong Geliat Ekonomi

Kepala DPMTSP KUKM Mamuju Tengah Asmira Djamal saat menyampaikan sambutannya di hadapan peserta Bimtek Pelaporan. (Dok. Ist)

Mateng, Katinting.com – Sebagai salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki tanggungjawab dalam menggerakan roda ekonomi di Mamuju Tengah, inas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPMTSP KUKM) Kabupaten Mamuju Tengah, terus melakukan upaya pembinaan teknis kepada pelaku usaha di Bumi Lalla Tassisara.

Olehnya pada Senin (30/05), Kepala DPMTSP KUKM Mamuju Tengah, Asmira Djamal membuka langsung kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Online bagi pelaku usaha di Mamuju Tengah.

Dalam sambutannya, mantan Camat Topoyo ini, menuturkan penanaman modal sangat berperan penting dalam memutar roda perekonomian baik
dalam skala nasional maupun daerah. Sejalan dengan arah kebijakan nasional, peningkatan inovasi dan kualitas penanaman modal merupakan modal utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkelanjutan dan menyejahterakan secara adil serta merata.

“Atas hal itu, ada dua arah kebijakan yang telah ditetapkan masing masing peningkatan Inovasi dan peningkatan penanaman modal berkualitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi” tutur Asmira.

Katanya, indikator hanya dapat diukur dari laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) Online atau OSS RBA dengan cara yang sudah memiliki standar pembacaan melalui aplikasi yang ada di DPMTSP KUKM.

“Karenanya laporan itu kemudian bersifat wajib diserahkan oleh pelaku usaha kecuali pelaku usaha hulu Migas, Perbankan, Lembaga Keungan Non Mikro dan Asuransi, ini sebagai upaya dari kami mendorong geliat kepastian ekonomi di Mamuju Tengah” kata Asmira.

Untuk itu, Ia menyampaikan bahwa dalam lima tahun terakhir, nilai realisasi penanaman modal mengalami fluktuasi pertumbuhan yang cukup baik, seperti tahun 2017 sebesar Rp.873.600.161.809r, tahun 2018 naik menjadi Rp.962.851.756.675, dan tahun 2019 semakin naik menjadi Rp.1.026.822.159.311.

“Meskipun kemudian pada tahun 2020 ada penurunan Rp.700.453.385.572 tapi tahun 2021 mengalami peningkatan Rp.1.785.392.396.556, dan nilai investasi pada triwulan I dari hasil LKPM Mamuju Tengah, terpantau Rp. 1.737.957.693.129, maskipun kemudian capaian ini, juga belum sesuai keadaan rill akibat masih banyaknya pelaku usaha yang belum menggunakan aplikasi pelaporan, dikarena mereka memang masih banyak yang belum paham, sebab itu, diharapkan melalui kegiatan ini, pelaku usaha makin paham dan sadar” ujar Asmira.

(Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat