Katinting.com, Bontang – Pertumbuhan ekonomi biru dan geliat UMKM yang terus digencarkan membuat kebutuhan terhadap fasilitas penginapan di Kota Bontang diprediksi meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Melihat tren ini, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang mengambil langkah proaktif dengan memetakan potensi investasi khususnya di sektor perhotelan.
DPM-PTSP Kaltim sebelumnya menilai Bontang sebagai kota yang memiliki peluang besar di sektor pariwisata dan industri. Menguatkan pandangan tersebut, DPM-PTSP Bontang kini lebih fokus membuka ruang investasi bagi pelaku usaha perhotelan yang ingin menanamkan modalnya.
Kepala DPM-PTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyampaikan bahwa pihaknya tak hanya menunggu investor datang, tetapi aktif mengidentifikasi kendala sekaligus menyiapkan solusi. Ia menilai sektor perhotelan merupakan infrastruktur penunjang yang harus dipikirkan sejak dini.
“Kami melihat hotel bukan hanya kebutuhan hari ini, tetapi kebutuhan masa depan seiring perkembangan potensi wisata bahari dan UMKM. Karena itu, peluang investasi harus dipetakan secara matang,” jelasnya, Kamis (13/11/2025).
Meski begitu, tantangan tetap ada. Ia menyebut keterbatasan lahan strategis menjadi hambatan utama. Mayoritas wilayah potensial di Bontang sudah dipadati permukiman dan industri, sehingga investor harus jeli dalam menentukan lokasi yang paling efisien.
Selain itu, citra Bontang sebagai kota industri juga membuat pelaku usaha perhotelan masih berhitung terkait prospek okupansi.
“Okupansi belum setinggi kota wisata lain. Tapi DPM-PTSP melihat justru ini kesempatan untuk memulai lebih awal sebelum permintaan meningkat,” ujarnya.
Untuk itu, DPM-PTSP Bontang kini memperkuat fasilitasi konsultasi investasi. Mereka menyiapkan data kebutuhan wilayah, melakukan pemetaan zonasi yang memungkinkan untuk pengembangan hotel, serta menjembatani komunikasi antara investor dan pemilik lahan.
“Kami siap membantu proses perizinan sampai tuntas. Ketika sektor wisata nanti berkembang pesat, kita tidak boleh terlambat dalam menyediakan infrastrukturnya,” tegas dia.
Dengan langkah antisipatif ini, DPM-PTSP Bontang berharap ke depan Bontang dapat memiliki lebih banyak fasilitas hotel yang layak, sehingga kota ini mampu bersaing sebagai destinasi wisata sekaligus memperkuat pondasi ekonomi biru yang sedang dibangun. (Re)






