Mamuju, Katinting.com —Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulawesi Barat (Sulbar) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Sampah di Pesisir Pantai Arteri Mamuju pada Senin, 08 Januari 2024. Rakor ini melibatkan berbagai pihak seperti DLH Mamuju, BPJN Sulbar, dan Komunitas Ampas Mamuju.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat DLH Sulbar, Kompleks Kantor Gubernur Sulbar Wing 6 Lt. 2, Jl. H. Abd. Malik Pattana Endeng Mamuju, dipimpin oleh Kepala DLH Sulbar, Zulkifli Manggazali.
Dalam sambutannya, Zulkifli Manggazali menyampaikan rasa terima kasih kepada semua peserta yang telah menghadiri pertemuan tersebut. Dia menegaskan pentingnya kolaborasi antara DLH Mamuju, BPJN Sulbar, Komunitas Ampas Mamuju, dan peran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kepedulian terhadap sampah di Pesisir Pantai Arteri, yang menjadi destinasi wisata penting bagi warga Mamuju.
“Kami berharap rapat ini dapat memberikan solusi konkret terhadap masalah sampah di sekitar pantai dan Sungai Arteri Mamuju,” ujarnya.
Zulkifli juga menekankan bahwa meskipun DLH Mamuju telah melakukan upaya yang baik dalam pengelolaan sampah pesisir, masih ada faktor lain yang menyebabkan masalah sampah di wilayah tersebut.
Dalam penanganan isu lingkungan ini, Zulkifli menjelaskan bahwa DLH Sulbar telah dan akan terus berkomitmen untuk melakukan pemantauan serta melaksanakan program-program yang sesuai dengan peran dan fungsi DLH untuk Sulbar.
Selain itu, DLH Sulbar berencana untuk bekerja sama dengan DLH Mamuju, BPJN Sulbar, dan Komunitas Lingkungan Ampas Mamuju dalam kegiatan kerja bakti massal guna menangani permasalahan sampah laut di sekitar pantai dan sungai arteri, yang akan dijadwalkan sebagai agenda rutin.
Dari diskusi, beberapa saran dan masukan diberikan, termasuk pentingnya sosialisasi kepada pelaku UMKM di sepanjang Pantai Arteri untuk menjaga kebersihan, pemasangan plang larangan membuang sampah, serta peningkatan tempat sampah di bibir pantai dengan jarak yang mudah diakses oleh masyarakat.
DLH Sulbar berharap rencana aksi untuk penanganan sampah laut dapat optimal terealisasi, dan mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. (rls)






