Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

DLH Kutim Dorong Desa Siap ProKlim: Awali Aksi Nyata Adaptasi & Mitigasi Iklim  

Katinting.com, Sangatta – Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kutai Timur, Andi Paselangi, membuka kegiatan Bimbingan Teknis Pengintegrasian Aksi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim serta Penguatan Kelembagaan Masyarakat di Hotel Victoria Sangatta Utara, Jumat (28/11/2025). Kegiatan ini diikuti 50 kepala desa atau perangkat desa dari 50 desa di wilayah Kabupaten Kutai Timur — sebagai wujud awal dari implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim) di tingkat lokal.

“Perubahan iklim bukan sekadar isu jauh; tapi tantangan nyata yang kita rasakan bersama,” ungkapnya.

Andi Paselangi menyampaikan bahwa ProKlim merupakan program nasional yang difasilitasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH), dengan tujuan memperkuat kapasitas masyarakat serta pemerintahan desa untuk beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan bersama‑sama ikut menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK).

“Dengan ProKlim, kita bisa menumbuhkan inisiatif dari desa — bukan menunggu dari pusat semata,” ujar Andi.

Kegiatan bimbingan teknis ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pemangku kepentingan di desa tentang pentingnya adaptasi dan mitigasi iklim, serta cara mengorganisasi komunitas lokal agar mampu mengambil aksi nyata. Para peserta dibekali informasi mengenai strategi pengelolaan sumber daya alam secara lestari, pengurangan emisi GRK berbasis komunitas, dan penguatan kelembagaan lokal sebagai fondasi keberlanjutan.

Andi menekankan bahwa ProKlim membuka peluang bagi desa untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta pemberdayaan masyarakat.

“Manfaatnya nyata: lingkungan lebih bersih, masyarakat lebih tangguh, dan desa kita ikut berkontribusi menurunkan emisi nasional,” tambahnya.

Secara historis, banyak desa di Indonesia — termasuk di Kalimantan Timur — yang rentan terhadap dampak perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, atau perubahan musim hujan. Dengan ProKlim, harapannya desa‑desa tersebut dapat bertransisi menjadi komunitas tangguh iklim, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Penutupan sambutan dilakukan dengan lantang: “Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan ini resmi saya buka. Mari bersama‑sama wujudkan kampung yang tangguh iklim melalui ProKlim!” demikian pernyataan Andi. Semangat ini diharapkan meresap ke seluruh peserta, dan kemudian menyebar ke masing‑masing desa sebagai titik awal aksi nyata.

Melalui langkah kolektif ini, Kabupaten Kutai Timur bergerak maju, berharap ProKlim bisa menjadi model adaptasi dan mitigasi iklim di tingkat desa — serta memperkuat ketahanan komunitas untuk menghadapi perubahan iklim global. (ADV).

Share: