
Katinting.com, Sangatta – Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha kecil dan penguatan ketahanan pangan berbasis lokal, Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kutai Timur secara konsisten menyelenggarakan pelatihan pengolahan pangan lokal. Program ini menyasar para pelaku UMKM di berbagai kecamatan, dengan tujuan mendorong penganekaragaman konsumsi serta meningkatkan kualitas produk pangan lokal.
“Pelatihan ini kami lakukan rutin sebagai bentuk dukungan pada pelaku UMKM agar lebih kreatif dan inovatif dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai jual tinggi,” ujar Alidi, JF Analis Ketahanan Pangan Diskepang Kutim, saat ditemui di Kantor Diskepang pada Selasa (25/11/2025).
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis seperti proses pengolahan dan pengemasan, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas manajerial, pemasaran, hingga pemahaman terhadap standar keamanan pangan.
“Tujuannya agar para pelaku usaha bisa bersaing di pasar, tidak hanya lokal tapi juga potensial menembus pasar lebih luas. Kita ingin pangan lokal Kutai Timur punya daya saing,” tambah Alidi.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari strategi penganekaragaman konsumsi masyarakat yang selama ini cenderung bergantung pada bahan pokok seperti beras dan terigu. Dengan menggali potensi pangan lokal seperti singkong, pisang, jagung, dan umbi-umbian lainnya, diharapkan masyarakat lebih terbuka untuk mengonsumsi alternatif yang lebih sehat dan beragam.
Selain pelaku UMKM, kegiatan ini juga melibatkan kader pangan desa dan kelompok wanita tani sebagai perpanjangan tangan edukasi di masyarakat. Pelatihan dilakukan secara bergilir di berbagai kecamatan, dengan dukungan dari OPD teknis terkait dan narasumber berpengalaman di bidang industri pangan.
Dengan pelatihan ini, Diskepang Kutim berharap muncul produk-produk unggulan daerah yang tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi dalam mendorong ekonomi berbasis pangan dan memperkuat ketahanan pangan dari akar rumput. (ADV).






