oleh

Dapat Anggaran Tapi Kerja Tidak Maksimal, Pemuda Soroti KNPI Pasangkayu

banner 728x90

Pasangkayu, Katinting.com – M. Dasri seorang pemuda mengkritisi KNPI Pasangkayu. Pasalnya, menurut pengusaha muda itu, organisasi kepemudaan itu mendapatkan anggaran daerah tapi programnya tidak maksimal.

Ia juga menyorot ketua KNPI, Itfandi Yaumil yang tak hadir pada acara dialog publik tentang kepemudaan dan demokrasi di Cafe Djapos Pasangkayu, Sulawesi Barat, Jumat, 9 September 2022.

Dia juga menyinggung soal pemuda yang pragmatis. Mestinya, kata dia, jika ingin daerah maju, maka pemuda harus mandiri.

Ketergantungan pemerintah daerah terhadap APBD, juga tak lepas dari sindirannya. Karena, selama ini, pemda Pasangkayu hanya mengandalkan APBD tanpa memimirkan peningkatan PAD semua sektor.

Ia menyarankan kepada pemda agar memberikan ruang kepada pemuda yang kreatif dan mandiri. Ia mencontohkan, M. Iqbal Al Islami, salah satu pemuda yang dianggap sukses membangun bisnis di Sulawesi Tengah.

“Harusnya bupati mengajak berkolaborasi. Pemuda seperti itu mesti jadi contoh. Ini bisa membangun daerah tanpa bergantung pada APBD (proyek),” sindir Dasri.

Bagi dia, APBD bukan lagi anggaran pendapatan belanja daerah, melainkan anggaran pengeluaran dan belanja daerah.

Seharusnya, lanjut dia, pejabat-pejabat daerah lebih peka memihak dan memperhatikan pemuda yang berpotensi. Sebab, bila tak sadar maka daerah ini akan tertinggal.

“Saya mengajak teman-teman pemuda untuk mempersiapkan diri sejak dini sebagai bekal masa yang akan datang. Karena, suatu waktu akan menduduki jabatan tertinggi di daerah ini. Tapi, kalau pragmatis, percayalah kalian tak punya apa-apa,” lanjut Dasri.

Wadah Kepemudaan LS-ADI Turut Kecewa

Selain Dasri, ketua LS ADI Pasangkayu, M. Iqbal Al Islami juga tak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena ketidakhadiran ketua KNPI Pasangkayu.

Saat diskusi soal pemuda dan demokrasi, ia berkomitmen akan mengawal demokrasi di daerah ini yang dinilai tertutup.

Ketua LS ADI Pasangkayu, M. Iqbal Al Islami

“Kita pelan akan merekrut pemuda. Memang ini pekerjaan berat dan tidak mungkin dilakukan secara instan. Demokrasi sekarang ini sudah rusak, inilah tanggungjawab kita semua untuk merubah ke arah lebih baik,” kata Iqbal.

Sebagai wadah kepemudaan, ia berharap semua elemen dapat bahu-membahu memperbaiki keadaan demokrasi saat ini demi kemajuan daerah.

“Tentu kami kecewa, sebab sebagai ketua KNPI dan wakil ketua DPRD, dia (Irfandi Yaumil) harusnya hadir,” tambah Iqbal.

Meskipun, lanjut Iqbal, ada kegiatan lain, tapi ini juga penting. Karena, ini menyangkut kepepemudaan dan demokrasi.

Sebelum berita tayang, media sudah menghubungi Ketua KNPI Pasangkayu via WA, namun nomornya sedang tidak aktif.

Arham Bustaman

 

Bagikan

Posting Terkait

banner 728x90

Jangan Lewatkan

Komentar