Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dampak Efesiensi Anggaran, Mulai Memakan Korban Secara Nasional, Pegawai RRI & TVRI Kena PHK Massal, FSP ASPEK Indonesia Minta Presiden Turun Tangan

Jakarta, Katinting.com – Ratusan pegawai dan karyawan TVRI & RRI kehilangan pekerjaan, akibat menghadapi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Akibatnya, mulai repoter, presenter, tenaga ahli dan pegawai dengan status kontrak, outsourching, serta kontributordi Lembaga Penyiaran Publik TVRI & RRI, harus dipaksa pasrah menghadapi PHK massal, akibat PHK oleh manajemen yang sudah beredar melalui jejaring social, media online dan media social.

PHK massal ini dipicu oleh program efesiensi anggaran oleh presiden Prabowo, dalam rangka mendapatkan anggaran untuk membiayai program andalannya, yakni program makan bergizi geratis (MBG) dan program lainnya, yang tertuang dalam janji politiknya, yang dituangkan dalam Inpres No.1 Tahun 2025, mengakibatkan pemangkasan anggaran pada Lembaga negara, kementerian dan Lembaga penyiaran public.

Abdul Gofur selaku Presiden Federasi Serikat Pekerja ASPEK Indonesia menyayangkan dan sangat kecewa terhadap kebijakan yang diambil oleh manajemen TVRI dan RRI yang melakukan PHK kepada pegawai kontrak dan kontributor, pasalnya mereka telah lema mengabdi di kedua lembaga tersebut, pun dengan upah yang kecil mereka bertahan untuk bersama memajukan TVRI dan RRI,

“Parahnya lagi PHK kepada pegawai dilakukan hanya melalui pesan WhatsApp, seperti surat edaran dirut RRI kepada kasatker diseluruh Indonesia yang tersebar melalui pesan whatsapp.” Ungkap Gofur

“Harusnya manajemen bisa menempuh cara lain untuk melakukan efisiensi sebelum memutuskan untuk mem PHK pegawainya, karena dampak PHK tersebut bukan hanya kepada diri pegawainya, tetapi nasib keluarganya dirumah.” Ujarnya

“Jika benar PHK yang terjadi dampak dari pemangkasan anggaran yang besar besaran dari Negara terhadap TVRI dan RRI dimana anggaran tersebut untuk menutupi defisit Anggaran Negara, seharusnya Negara bisa menempuh cara lain untuk melakukan efisiensi, seperti mengurangi gaji dan fasilitas pejabat Negara, perjalanan dinas para pejabat, atau mengambil uang Negara dari para koruptor.” Usul Gofur

Untuk menyelamatkan para pegawai TVRI dan RRI FSP ASPEK Indonesia meminta Presiden turun tangan membantu agar para pegawai tersebut tidak di PHK dan dapat kembali bekerja, agar mereka bisa kembali menafkahi keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat