Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi saat menghadiri Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang dilaksanakan lembaga YAKKUM dan Gema Difabel di Rumah Adat Mamuju.
banner 728x90

Mamuju, Katinting.com – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi menyampaikan dipemerintahannya bersama dengan Ado Mas’ud akan lebih meperhatikan kaum difabel.

Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri peringatan hari disabilitas internasional tingkat Kabupaten Mamuju yang digelar oleh lembaga YAKKUM dan Gema Difabel di Rumah Adat Mamuju mulai dari 20-22 Desember.

“Kami pastikan akan memperhatikan kaum difabel baik dari aspek kebijakan sampai pada kesempatan yang sama kepada mereka yang memiliki keterbatasan fisik dan mental,” kata Bupati, Selasa (21/12/21).
Katanya, visi Mamuju Keren harus memuat kebijakan yang lebih inklusif atau memperhatikan kaum disabilitas. “Sehingga tidak ada diskriminasi terhadap saudara-saudara kita para difabel,” sambungnya.

Bahkan, Bupati perempuan pertama di Mamuju itu mengaku akan berupaya mengakomodir para penyandang disbilitas untuk bekerja sebagai tenaga honorer daerah.

Selain itu kata dia, berbagai sarana dan prasarana Pemerintah Daerah juga telah didorong agar ramah difabel. Sutinah secara spesifik juga menyinggung sarana dermaga pulau karampuang yang dijanjikan akan memberi kemudahan kepada para penyandang disabilitas, sehingga kaum difabel juga bisa merasakan akses maupun kenyamanan fasilitas tersebut.

“Semua OPD juga telah saya arahkan untuk membuka akses dan fasilitas kepada saudara-saudara kita para difabel, dan kalau ada diantara kita nanti yang merasa ada diskriminasi pada layanan OPD pemkab mamuju, laporkan pada saya, pasti akan saya tindak,” tegas Sutinah.

Ketua Gema difabel kabupaten mamuju Syafaruddin Syam, sangat mengapresiasi atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mamuju yang baru dirasakannya saat ini. Dia mengaku hal itu akan dapat memberi motivasi kepada para penyandang disabilitas di Kabupaten Mamuju.

Pada peringatan Hari Disabilitas yang mengakat tema “kepemimpinan dan partisipasi difabel menuju tatanan dunia yang inklusif, aksesibel dan berkelanjutan pasca covid-19” ini, juga diwarnai penampilan teaterikal dari Yayasan Karampuang, yang sontak membawa haru para penonton, karena dalam penampilannya mereka memperlihatkan bagaimana tekanan dan diskriminasi yang masih kadang dirasakan oleh para kaum disabilitas.

(Diskominfosandi/Zulkifli)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here