Mamuju Tengah, Katinting.com – Beredar vidio pendek yang menampilkan keberingasan di duga aparat polisi dari Polres Mamuju Tengah, saat melakukan penertiban dan penindakan pelanggar lalulintas.
Tempat kejadian keberingasan polisi tampak dalam gambar tersebut, beralamat di sekitar puncak tanjakan dari Salugatta, Kecamatan Budong budong, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat tepatnya di jalan trans sulawesi, namun belum diketahui pasti kapan kejadiannya.
Vidio pendek yang menampilkan keberingasan di duga dilakukan aparat kepolisian dari Polres Mamuju Tengah ini, di upload dari aplikasi snack vidio oleh akun dengan nama @safarbossmuda, dalam vidio dengan durasi 44 detik ini, di detik 35 hingga durasi selesai terlihat jelas aparat berseragam polisi, melakukan kekerasan pada pengendara secara beringas.
Keberingasan aparat kepolisian, bermula saat melakukan penghentian pada kedaraan roda dua yang dari arah ibukota Mamuju Tengah menuju arah selatan, terlihat pengendara tersebut sudah mulai memelankan laju kendaraannya hendak menepi, mungkin karena terkejut sehingga terjadi tarikan gas, membuat kendaraan tersebut jumping, ditengah kerumunan aparat.
Karena pengendara tak dapat mengendalikan kendaraannya, membuat pengendara yang berboncengan tersebut, jatuh bersama kendaraannya, saat pengendara ini berusaha bangun, malah mendapatkan serangan secara beringas dari aparat, seperti yang tampak dalam vidio itu.
Saat laman ini, mengkonfirmasi ke Polres Mamuju Tengah, sampai berita ini naik tayang, pihak Polres Mamuju Tengah tidak memberikan konfirmasinya.
Sementara salah seorang aktivis KAHMI Mamuju Tengah Hasri Salam, mengecam kejadian dan prilaku aparat yang melakukan penyerangan dalam vidio tersebut.
Ia mengemukakan bahwa prilaku aparat dalam vidio tersebut, menggambarkan ketidakmampuan polisi bekerja secara profesional dalam penindakan, termasuk kegagalan pembinaan anggota polres Mamuju Tengah oleh Kapolres.
“Jadi ini membuktikan Kapolres tidak sanggup membina anggotanya, sehingga terjadi pemukulan kepada masyarakat oleh aparat” tegas Hasri.
Ia menambahkan beredarnya vidio tersebut, menjadi perhatian para aktivis KAHMI di Mamuju Tengah, dan saat ini sedang dalam proses diskusi, atas kejadian yang tergambar dalam vidio itu.
“Kami sementara konsilidasi dengan para senior KAHMI, untuk menyoal peristiwa polisi beringas dalam vidio” pungkas Hasri. (Fhatur Anjasmara)






