Mamuju, Katinting.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) resmi menutup pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna), Sabtu (20/09). Pelatihan yang digelar Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis itu ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sulbar yang menangani sektor kebencanaan.
Penutupan pelatihan dilakukan oleh Plt. Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis BPSDMD Sulbar, Muhammad Rizki Muhiddin, di Marasa Corner.
Kepala BPSDMD Sulbar, drg. Asran Masdy, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi sekaligus penekanan pentingnya pelatihan ini. Ia menegaskan, Jitupasna merupakan instrumen krusial untuk membekali ASN dengan kapasitas merespons bencana secara cepat, tepat, dan terukur.
“Ilmu yang diperoleh harus benar-benar diterapkan di lapangan. Ini bukan sekadar teori, melainkan bekal nyata untuk memastikan penanganan bencana di Sulawesi Barat semakin efektif dan langsung bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Asran.
Lebih jauh, Asran menyatakan bahwa pengembangan kompetensi ASN adalah agenda prioritas Pemerintah Provinsi Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. Keberadaan ASN yang tangguh dan profesional, menurutnya, merupakan faktor penentu keberhasilan pemerintah daerah dalam melindungi dan melayani masyarakat.
Baca juga;Tingkatkan Kapasitas Aparatur, BPSDM Sulbar Gelar Pelatihan Kajian Kebutuhan Pascabencana
Dengan ditutupnya pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya puas menjadi lulusan, tetapi mampu menjadi motor penggerak dalam memperkuat sistem kebencanaan daerah. Tujuannya, membangun Sulawesi Barat yang lebih resilien dan siap menghadapi berbagai potensi ancaman bencana. (*/Fhatur Anjasmara)






