Katinting.com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang tengah mempersiapkan pengembangan kawasan industri terpadu sebagai tulang punggung investasi baru. Melalui DPMPTSP, pemerintah mendorong masuknya investor yang bergerak pada sektor hilirisasi sawit dan soda ash, dua komoditas dengan prospek pasar luas dan permintaan yang terus meningkat.
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP, Karel, menyebut bahwa arah pembangunan kawasan industri kini tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi primer, tetapi juga pada pengolahan lanjutan. Produk turunan akan membawa nilai ekonomi yang lebih tinggi dibanding komoditas mentah.
“Untuk menarik investor, kami menyiapkan area yang mendukung aktivitas industri berbasis kimia dan sawit. Infrastruktur menjadi syarat utama dan itu telah dimiliki Bontang,” katanya, Sabtu (8/11/2025).
Ia menuturkan bahwa Bontang memiliki jalur laut langsung dan pelabuhan industri yang siap mendukung distribusi bahan baku maupun produk jadi. Hal ini menjadi keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki banyak daerah lain di Kalimantan.
Pengembangan hilirisasi juga akan menjadi pemicu tumbuhnya sektor-sektor terkait, seperti transportasi logistik, jasa keuangan, hingga UMKM pemasok bahan dan jasa pendukung. Dampaknya akan lebih luas dibanding investasi konvensional.
Menurut Karel, produk turunan sawit seperti bio-surfaktan dan fatty alcohol memiliki pasar global, sementara turunan soda ash dapat dikembangkan menuju industri pupuk dan material kimia yang dibutuhkan industri strategis nasional.
Ia menekankan bahwa investor membutuhkan kepastian arah kebijakan, dan pemerintah saat ini telah berkomitmen memberikan kemudahan izin, kepastian lahan, serta pendampingan proses investasi. (Re)






