banner 728x90

Polman, Katinting.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melalui Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Sulbar terus menggalakkan program penanganan masalah stunting, kemiskinan ekstrem, anak tidak sekolah, perkawinan anak dan pengendalian inflasi atau 4+1.

Kali ini mereka melaksanakan intervensi di dua kecamatan di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), yaitu Kecamatan Balanipa dan Kecamatan Campalagian, tepatnya di Puskesmas Campalagian, Puskesmas Katumbangan, dan Puskesmas Pambusuang, Selasa, (24/10/23).

Kali ini Biro Umum Setda Sulbar menyiapkan 134 paket, terdiri 50 paket bagi penderita stunting berupa beras, telur dan susu SGM, dan 84 paket lainnya berupa beras, kacang hijau dan susu bumil diperuntukkan bagi ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronik).

Dari hasil pantauan di lapangan, saat ini sejumlah perubahan ke arah yang lebih baik mulai dirasakan bagi penderita stunting di lokus tersebut.

Kepala Puskesmas Pambusuang, Yusnani menilai program bantuan Pemprov Sulbar melalui Biro Umum Setda Sulbar sangat bermanfaat dan berdampak langsung bagi bumil KEK, terbukti dari 16 bumil yang melahirkan, 10 diantaranya melahirkan secara normal.

“Dari 45 sasaran ibu hamil terdapat 16 Ibu hamil yang telah melahirkan, enam orang diantaranya dinilai masih melahirkan di bawah BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), sedangkan 10 Ibu hamil yang lain melahirkan secara normal. Ini menunjukkan adanya suatu kemajuan setelah dilakukan intervensi dari pemerintah provinsi melalui Biro Umum Setda Sulbar,” beber Yusnani.

Dia menekankan, dalam rangka memutuskan mata rantai stunting, diperlukan sinergitas dan kolaborasi berbagai pihak, baik dari pemerintah daerah, kabupaten, kecamatan dan pihak puskesmas setempat. Untuk itu, sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah, pihaknya terus melakukan sosialisasi berupa jaga jarak kelahiran anak melalui Program KB.

Petugas Gizi Campalagian, Arna Nengsih mengemukakan, berdasarkan data di lapangan, terdapat kenaikan berat badan dari sejumlah bayi yang telah dilakukan intervensi.

“Dari hasil observasi di lapangan tinggi badan bayi tetap, namun berat badan cenderung naik dan bertambah,” kata Arna.

Ia berharap, program pemerintah tersebut dapat terus berlanjut, hingga angka stunting di Sulbar dapat turun secara signifikan.

“Alhamdulillah dari awal pemberian hingga tahap ini tepatnya bulan Oktober, ada penurunan angka dan perbaikan dari segi berat bayi, yang sebelumnya kurang sekarang berat badannya normal, ” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Katumbangan, Asmelia Mely menyampaikan, jumlah keseluruhan penderita stunting di Desa Katumbangan mencapai 322 anak, 15 anak telah dilakukan intervensi penanganan stunting, 4 (empat) diantaranya kini mengalami kenaikan berat badan.

Sedangkan, lanjutnya, bagi ibu hamil KEK, dengan sasaran 24 orang 13 diantaranya mengalami kenaikan berat badan dan perkembangan yang lebih baik.

“Semoga dengan adanya pemberian makanan tambahan diharapkan stunting menurun dan tidak melahirkan stunting baru,” harapnya.

Salah satu Warga Desa Katumbangan, Fadilah menilai bantuan pemerintah tersebut sangat bagus, dikarenakan membawa manfaat kepada masyarakat yang berdampak. Olehnya itu, Ia mengharapkan program tersebut dapat terus dilanjutkan.

“Berat badan anak saya sebelumnya 6 kilo 5 ons, dan sekarang setelah diberikan makanan bergizi naik 4 ons dan sudah mencapai 6 kilo 9 ons, pemberian makanan itu belum cukup sebulan diterapkan,” beber Fadilah.

Di tempat terpisah, Kepala Biro Umum Setda Sulbar Anshar Malle menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas kerja sama dan kolaborasinya dalam penanganan stunting.

“Semoga kerja sama dan kolaborasi yang terbangun selama ini dapat terus kita tingkatkan,” harapnya.

(*)

Bagikan
Deskripsi gambar...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here