Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bapperida Sulbar Dorong Inovasi Freezer Tenaga Surya untuk Geliatkan Ekonomi Biru Sulbar

Mamuju, Katinting.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) menegaskan komitmennya mendorong Ekonomi Biru (Blue Economy). Komitmen ini disampaikan saat menerima kunjungan tim periset Program Katalisator Kemitraan Berdikari, Selasa (14/10).

Pertemuan di Kantor Bapperida, Kompleks Kantor Gubernur Sulbar itu, menghadirkan paparan inovasi teknologi tepat guna untuk sektor kelautan dan perikanan. Sekretaris Bapperida Sulbar, Muh. Darwis Damir, yang mewakili kepala, secara langsung menerima tim yang beranggotakan perwakilan dari berbagai politeknik dan mitra lokal.

Tim periset, diketuai Dewi Andriani dari Politeknik Bosowa Makassar, memaparkan hasil riset berjudul “Peningkatan Kualitas Tangkapan melalui Inovasi Solar Cell Freezer Box Terapung dan Pengolahan Produk Perikanan Berkelanjutan”.

Inovasi ini disebut sebagai terobosan menjawab persoalan klasik nelayan. “Selama ini, nelayan pesisir bergantung pada box sterofoam dan es batu yang tidak efisien. Dengan freezer box terapung berbasis solar cell, ikan bisa diawetkan langsung di atas kapal tanpa ketergantungan pada es balok,” tegas Dewi.

Prototipe yang dikembangkan mampu menampung hingga 300 liter, dilengkapi panel surya yang terintegrasi di kapal dan darat. Tidak hanya itu, tim juga mengembangkan rumah pengasapan vertikal ramah lingkungan bertenaga surya.

“Produk olahan seperti ikan asap kini mampu bertahan hingga tiga bulan, bahkan satu tahun jika dikemas vakum dan disimpan dalam freezer,” imbuhnya.

Dampak yang Telah Terlihat dan Proyeksi Ke Depan

Menurut Dewi, inovasi ini telah menunjukkan dampak signifikan dalam jangka pendek:

  • Meminimalisasi kerugian pasca-tangkap (post-harvest loss).

  • Mendorong pemberdayaan masyarakat melalui produk olahan ikan.

  • Meningkatkan rasa kepemilikan dan kepercayaan diri masyarakat terhadap teknologi.

Untuk jangka menengah dan panjang, riset ini diproyeksikan mampu membentuk ekosistem perikanan terpadu berbasis teknologi ramah lingkungan, memperkuat kelembagaan nelayan, serta mendorong transformasi pola pikir masyarakat pesisir agar lebih adaptif terhadap inovasi.

Dukungan Pemerintah Daerah Diharapkan

Guna merealisasikan proyeksi tersebut, Tim Periset memohon dukungan Pemerintah Provinsi Sulbar melalui Bapperida dan dinas terkait untuk memfasilitasi:

  • Perjanjian kerja sama dengan Gubernur Sulbar.

  • Perizinan usaha (PIRT dan Halal).

  • Pengadaan kapal baru untuk mendukung operasional freezer terapung.

  • Pengembangan drop store untuk pemasaran produk UMKM hasil olahan.

Respon Positif dari Pemerintah dan Dinas Terkait

Sekretaris Bapperida, Muh. Darwis Damir, menegaskan potensi luar biasa Sulbar di sektor ekonomi biru, dengan garis pantai sepanjang 677 km. “Kami berharap semakin banyak stakeholder dan akademisi yang melakukan riset di Sulawesi Barat. Tujuannya, agar potensi ini bisa dikembangkan, menarik investasi, serta mendukung visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur, Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera,” ujarnya.

Respon positif juga datang dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar. Abdul Gani, Kabid Perikanan Tangkap dan Tata Ruang Kelautan, menilai teknologi freezer terapung sangat membantu nelayan tradisional dan cocok untuk kapal berukuran hingga 15 GT.

Sementara itu, Musra Awaluddin, Kabid Riset dan Inovasi Daerah Bapperida, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menelaah hasil riset sebagai dasar perencanaan dan pengembangan lebih lanjut. Hal ini sejalan dengan harapan Kepala Bapperida Sulbar, Junda Maulana, agar inovasi ini dapat mendukung visi-misi pemimpin daerah. (*/Fhatur Anjasmara)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat