Mamuju, Katinting.com – Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, mengajak warga menjadi mata dan telinga.
“Laporkan jika ada oknum ASN menyalahgunakan wewenang,” serunya. Suara itu menggema usai salat Jumat di Masjid Nurul Yaqin Tambayako, Simboro, Mamuju. Jumat siang (20/06) terik, tapi pesannya menusuk dingin.
Birokrasi, baginya, harus bersih dari tumor korupsi,
“Kita ingin pelayanan berkualitas, bukan kekuasaan yang menggerogoti,” tegas pendamping Gubernur Suhardi Duka (SDK) itu. Tapi ia tak cuma bicara soal hukum. Ia menggugah nurani.
Di depan jemaah, ia menyampaikan dua pesan yang menusuk, Pertama, tentang solidaritas.
“Yang berlebih, bantu yang kekurangan. Jangan sampai kita kaya harta, tapi miskin empati.” nanar pandang kepada para jamaah.
Pesan kedua, tentang konsistensi.
“Banyak orang tua memberi nasihat, tapi lupa diri sendiri. Jika ingin Sulbar maju, mulailah dari keluarga.” tegasnya.
Lalu, dengan nada getir, ia mengutuk keserakahan.
“Nafsu tak punya batas. Lihatlah para koruptor, bukan orang miskin, bukan yang tak berpendidikan. Justru mereka yang bergelar tinggi.” dengan nada penuh semangat membeber fakta yang ditemuinya. Lalu menyelip pertanyaan, Kenapa?
“Karena kita lupa hidup sederhana.”
Dan di tengah seriusnya jamaah menyimak, tiap kata disampaikannya, kalimat terakhirnya menggelantung
“Kuasa itu ujian, bukan hak.” sembari menutupnya dengan doa penutup khutbah siang kemarin. (*/Fhatur Anjasmara)






