Mamuju Tengah, Katinting.com – Ruas jalan penghubung Desa Saluadak dengan Desa Mahahe, Kecamatan Tobadak sepanjang kurang lebih 20 meter, dengan konstruksi beton, dibawahnya ambles, sehingga ruas jalan terlihat melayang di atas permukaan tanah.
Kondisi itu, mengerikan bagi pengguna jalan khususnya warga Desa Sejati atau Tobadak 8 dan warga Desa Saluadak atau Tobadak 7, karena ruas tersebut satu satunya ruas penghubung dari dan ke Ibukota Kecamatan Tobadak, termasuk paling penting satu satunya akses bagi masyarakat dari dua desa ini, ke pusat ekonomi.
“Saya kalau melintas, harus hati hati dan waspada, sebab badan jalan sudah melayang, takut jika ikut ambles, bisa masuk tertimbun bersama motor” ungkap Lukas salah seorang warga Saluadak, Kamis (07/03)
Warga lainnya, juga menuturkan bahwa kondisi dibawah jalan yang ambles membuat badan jalan dari beton sudah melayang, karena tempat beton duduk, tidak ada turap dimana tanahnya memang labil, sehingga kalau hujan, air menggerus sedikit demi sedikit.
“Jadinya badan jalan menjadi melayang, dan ini sangat menakutkan, kalau tidak segera mendapatkan penanganan” tutur Robert warga dari Sejati.
Ia menambahkan sejak kondisi badan jalan melayang di atas tanah, dirinya tidak pernah lagi melintas di wilayah itu pada malah hari, apalagi saat hujan turun dan lebat. Sebab kuatir saat dirinya bersama kendaraannya berada di titik jalan yang ambles bawahnya, tiba tiba badan jalan ikut ambles.
“Dan sangat mengerikan kalau itu terjadi, karena kita akan ikut masuk jalan yang ambles” imbuh Robert.
Olehnya Ia berharap kepada pemerintah melalui pihak terkait kiranya, dapat segera memberikan atensi terhadap ruas jalan yang ambles dibawahnya di sana.
“Karena kalau ditangani terlambat, bisa justru menimbulkan kerugian lebih besar” harap Robert.
Terpisah Kepala Desa Saluadak Ardy Priyanto, menyampaikan kalau kondisi amblesnya di bawah jalan beton penghubung Saluadak – Mahahe, berlangsung dari 7 bulan lalu.
“Sudah 7 bulan, saat itu hujan deras mengakibatkan air menggerus bawah beton, dan sudah di sampaikan ke pihak PUPR Pemprov Sulbar, bahkan sudah ditinjau” singkat Ardi
Sementara itu upaya konfirmasi ke pihak Dinas PUPR Sulbar belum membuahkan hasil nomor HP Kepala Dinas PUPR Sulbar tidak sedang dalam kondisi aktiv, sehingga pesan melalui aplikasi perpesanan laman ini, ke Kadis PUPR Mamuju Tengah belum mendapatkan respon. (Fhatur Anjasmara)






