Katinting.com, Bontang – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menunjukkan respons cepat terhadap laporan kerusakan rumah warga akibat pergerakan tanah di Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan. Tanpa menunggu lama, ia langsung meninjau lokasi dan menginstruksikan kelurahan berkoordinasi dengan perusahaan sekitar untuk segera memberikan bantuan melalui dana CSR.
Kunjungan itu dilakukan Selasa (22/7/2025) siang, di rumah milik Zainal, warga RT 51 Gang Zambrud 17, yang nyaris roboh akibat retakan besar di dinding dan lantai rumah. Wawali Agus pun memastikan langkah penanganan cepat agar kerusakan tak bertambah parah dan tidak membahayakan rumah-rumah di sekitarnya.
“Saya minta lurah segera berkoordinasi dengan PT Badak LNG. Ini masuk buffer zone mereka, jadi bantuan bisa diambil dari dana CSR. Yang penting keselamatan warga segera ditangani,” tegas Agus Haris usai peninjauan.
Dalam kunjungannya, Agus Haris juga menilai bahwa rumah tersebut tidak perlu dibongkar total. Ia menyarankan solusi teknis dengan membangun pondasi cakar ayam sebagai penguatan struktur bangunan, agar tidak kembali mengalami pergeseran.
“Saya memang bukan ahli konstruksi, tapi ini cukup jelas. Retaknya memang besar, tapi cukup dibangun pondasi cakar ayam. Bisa kita selamatkan tanpa dibongkar,” sebutnya.
Langkah cepat ini diapresiasi oleh Lurah Berbas Tengah, Abdul Malik Rifa’i. Ia mengatakan akan langsung menindaklanjuti arahan Wawali dan segera menghubungi perusahaan untuk dukungan pendanaan. “Instruksi dari Pak Wakil langsung kami jalankan. Kami sudah siapkan komunikasi dengan perusahaan,” ujarnya.
Abdul Malik menjelaskan bahwa penyebab utama keretakan adalah kondisi tanah yang tidak stabil. Lembek dan tidak merata, sehingga struktur bangunan mudah bergeser. Bahkan, disebutkan ada satu rumah lain yang juga mulai menunjukkan retakan serupa.
Agus Haris menegaskan bahwa pemerintah harus sigap dalam menghadapi situasi seperti ini, apalagi menyangkut keselamatan warga. Ia juga mendorong perusahaan sekitar lebih proaktif menyikapi persoalan sosial di sekitar area operasional mereka.
“Saya harap ini menjadi perhatian bersama. Pemerintah hadir, tapi perusahaan juga punya tanggung jawab sosial,” ucapnya.
Ia juga mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kerusakan serupa. Pemerintah, kata Agus Haris, akan terus memantau dan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk dengan cepat. (Re)






