Mamuju, Katinting.com – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Sekretaris BPKAD, Faika Kadriana Ishak, menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi Pencegahan dan Penurunan Stunting Provinsi Sulawesi Barat sekaligus Evaluasi Aksi Konvergensi Semester I Tahun 2026 yang diselenggarakan di Ruang Rapat RPJMD Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas pelaksanaan evaluasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan ini sejalan dengan misi kelima Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yakni memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas. Sinergi antarperangkat daerah menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui perencanaan, penganggaran, dan pengelolaan keuangan yang terarah serta berbasis kinerja.
Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh sejumlah perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sulawesi Barat. Setiap instansi diharapkan menyampaikan data dan informasi sesuai tugas dan fungsinya guna mendukung proses evaluasi pelaksanaan aksi konvergensi stunting pada Semester I Tahun 2026.
Sekretaris BPKAD Provinsi Sulawesi Barat, Faika Kadriana Ishak, menyampaikan bahwa BPKAD berkomitmen mendukung upaya percepatan penurunan stunting melalui pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel, efektif, dan tepat sasaran.
“Pencegahan dan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, BPKAD terus memastikan dukungan penganggaran dapat berjalan secara optimal sehingga program-program prioritas pemerintah daerah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, dapat terlaksana secara efektif,” ujar Faika.
Melalui koordinasi lintas sektor ini diharapkan pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Provinsi Sulawesi Barat semakin terintegrasi, sehingga target pembangunan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing dapat tercapai. (*/FA)






