Mamuju Tengah, Katinting.com – Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Mamuju Tengah, dimulai dari Kecamatan Karossa, di wilayah paling ujung utara dari Bumi Lalla Tassisara.
Musrenbang hari pertama ini, turut dihadiri oleh Ketua DPRD Mamuju Tengah Hj Nirmalasari Aras, dan juga menyampaikan sambutan yang berisi motivasi kepada peserta Musrenbang, serta juga menyampaikan sejumlah problem mendasar yang musti jadi perhatian dalam bermusyawarah.
Baca juga; Advetorial Serba Serbi Murenbang Kecamatan Karossa, Mamuju Tengah
Ia pun menyampaikan bahwa Kecamatan Karossa,adalah permata potensial di masa depan bagi Mamuju Tengah,dengan populasi sekitar 15.000 jiwa pada 2023.
Tentu dengan potensi luas areal kelapa sawit mencapai 43.813 hektare pada 2020, yang berkontribusi hingga 25% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten Mamuju Tengah.
“Selain itu,Karossa mencatatkan potensi peternakan sapi kita mencapao 3.944 ekor, peternakan babi 5.680 ekor, ditambah potensi perikanan tambak dan tangkap yang luar biasa, tentu menjadikan Karossa sebagai permata di Mamuju Tengah” ungkap Nirmalasari.
Ia menuturkan, bayangkan, melalui hilirisasi minyak sawit mentah (CPO) dengan target 30% pada 2026, kita ubah komoditas mentah menjadi produk bernilai tinggi seperti biodiesel dan oleokimia, akan ciptakan lapangan kerja ribuan bagi anak muda Karossa. Sektor pertanian dan peternakan harus kita tingkatkan dengan irigasi modern dan pakan berkualitas, sementara perikanan kita dorong ekspor lewat pengolahan hasil tangkap.
“Dengan kita topang, penguatan SDM melalui pelatihan vokasi dan pendidikan inklusif akan lahirkan generasi pejuang ekonomi yang tangguh, berdaya saing global, dan menjaga kelestarian lingkungan.” tutur Nirmalasari.
Namun, Ia tak menampik, di tengah gemilang potensi ini dimiliki Kecamatan Karossa, tantangan nyata menanti, infrastruktur jalan sebagai urat nadi ekonomi. Ratusan kilometer jalan usaha pertanian yang rusak akibat cuaca ekstrem masih menyulitkan petani sawit, peternak sapi, dan nelayan mengakses pasar. Di wilayah beragam suku, ras, dan agama seperti Karossa, infrastruktur yang merata bukan hanya kebutuhan ekonomi, tapi juga perekat persatuan.
“Sebab itu saya mendorong di Musrenbang ini prioritas Utama, perbaikan minimal 50 km jalan prioritas tahun 2026, agar roda ekonomi berputar kencang dan harmoni masyarakat terjaga.” pungkas Nirmalasari. (ADV)






