Pasangkayu, Katinting.com – Minimnya kontribusi perusahaan di sektor pendidikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Ikatan Mahasiswa Kecamatan Bambalamotu. RDP yang berlangsung di Aula Kantor Camat Bambalamotu, Senin (26/1), hanya dihadiri oleh satu dari enam perusahaan yang diundang.
BACA JUGA: Keterlambatan Proyek DAK Air Bersih di Kalibamba Masuk Temuan Audit BPK
Lima perusahaan yang tidak hadir adalah PT Toskano Indah Pratama, PT Randomayang Tambak Lestari, PT Pasangkayu Tambak Lestari, satu perusahaan Galian C, dan PT Tambak Berkah Pangiang. Hanya PT Randomayang Bintang Delapan yang mengirimkan perwakilan.
Forum yang dihadiri anggota DPRD Pasangkayu, tokoh masyarakat, dan camat ini menghasilkan beberapa kesepakatan. Pertama, mendesak Pemerintah Kabupaten Pasangkayu, khususnya Bupati, untuk mengoptimalkan kinerja Tim Pengawas CSR yang dinilai belum berjalan efektif, terutama dalam mengawal program pendidikan.
Kedua, mahasiswa bersama pemerintah kecamatan akan kembali mengundang keenam perusahaan untuk pertemuan lanjutan. Ketiga, peserta forum menyatakan kekecewaan atas ketidakhadiran mayoritas perusahaan.
Perwakilan PT Randomayang Bintang Delapan mengakui bahwa program CSR perusahaannya belum menyentuh sektor pendidikan. Mahasiswa berharap ke depan seluruh perusahaan di Bambalamotu dapat lebih memprioritaskan CSR untuk peningkatan kualitas pendidikan. RDP ini merupakan tindak lanjut dari diskusi publik bertema pendidikan yang digelar mahasiswa sebelumnya. (Udi)






