Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Diskepang Kutim Siagakan 90 Ton Beras untuk Tanggap Bencana

Katinting.com, Sangatta – Sebagai langkah antisipasi menghadapi berbagai kemungkinan bencana, Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kutai Timur menyiagakan sebanyak 90 ton beras cadangan yang disimpan di lokasi strategis. Kebijakan ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin ketersediaan pangan di masa darurat.

Kepala pelaksana program, Andi Ilham Ghifari, menyatakan bahwa stok beras tersebut akan digunakan dalam situasi bencana seperti kebakaran, banjir, atau kondisi darurat lainnya yang menyebabkan terganggunya akses pangan masyarakat.

“Cadangan pangan ini kami siapkan untuk kebutuhan tanggap darurat. Bila terjadi bencana, masyarakat terdampak tidak perlu khawatir kekurangan bahan makanan pokok,” ujar Andi Ilham Ghifari, JF Program Diskepang Kutim, Selasa (25/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa titik penyimpanan berada di simpang strategis yang memungkinkan distribusi cepat ke berbagai wilayah, terutama ke daerah yang rawan bencana. Cadangan ini juga bagian dari upaya mempercepat penyaluran bantuan logistik saat krisis terjadi.

“Kami terus memantau ketersediaan dan kondisi beras ini. Rotasi dilakukan secara berkala agar kualitas tetap terjaga. Tujuannya, agar saat dibutuhkan, beras tersebut siap didistribusikan,” tambah Andi Ilham.

Langkah preventif ini sejalan dengan instruksi nasional agar setiap daerah memiliki stok pangan untuk mengantisipasi gangguan logistik akibat perubahan iklim ekstrem atau kejadian tak terduga. Kutai Timur yang memiliki kerentanan terhadap bencana seperti banjir musiman, dinilai perlu memiliki sistem ketahanan pangan yang responsif.

Selain untuk kebutuhan bencana, stok ini juga dapat dialihkan untuk mendukung program bantuan sosial daerah bila diperlukan, misalnya saat terjadi lonjakan harga pangan atau penurunan daya beli masyarakat.

Dengan penyiapan logistik seperti ini, Pemerintah Kutai Timur menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, bahkan dalam situasi krisis. (ADV).

Share: