Katinting.com, Bontang – Upaya transformasi digital di lingkungan pemerintahan kini menyentuh aspek sumber daya manusia (SDM). Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang mulai mengembangkan sistem pemetaan potensi dan kompetensi ASN berbasis digital yang terintegrasi dengan sistem nasional.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, mengatakan bahwa pemetaan digital ini bukan hanya untuk kebutuhan seleksi jabatan, tetapi juga untuk membangun basis data yang komprehensif dalam pengelolaan karier ASN.
“Semua proses ke depan diarahkan agar lebih transparan, efisien, dan objektif,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Menurutnya, pemetaan dilakukan dengan metode modern seperti psikotes, wawancara berbasis kompetensi, simulasi kerja (assessment center), dan self-assessment. Data dari hasil pemetaan tersebut akan dikelola melalui aplikasi CACT, SIASN, hingga terhubung dengan portal PATRIOT yang menjadi pusat informasi talenta ASN.
“Dengan digitalisasi ini, kami bisa memetakan kemampuan setiap pegawai secara akurat dan terukur. Hasilnya digunakan untuk pengembangan, pelatihan, maupun rotasi jabatan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sistem ini menjamin kerahasiaan dan keamanan data ASN, karena hasil pemetaan tidak digunakan untuk membandingkan antarindividu, tetapi mendorong pengembangan kapasitas masing-masing pegawai sesuai potensi mereka.
“Tujuannya bukan menilai siapa yang lebih baik, tapi membantu setiap ASN berkembang di jalur yang sesuai,” ucapnya.
Namun, diakui Sudi, tantangan utama yang masih dihadapi adalah keterbatasan anggaran dan jumlah asesor. Meski begitu, pihaknya tetap berkomitmen melanjutkan program ini secara bertahap karena manfaatnya sangat besar bagi masa depan birokrasi.
“Kalau kita ingin reformasi birokrasi berjalan nyata, maka pemetaan digital ini adalah pondasinya. Birokrasi masa depan harus berbasis data, bukan sekadar penilaian subjektif,” tegasnya. (Re)






