Mamuju, Katinting.com – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat menggelar Forum Group Discussion (FGD) Komposit Intervensi Angka Kematian Ibu (AKI) di Hotel Marannu, Mamuju, Rabu (27/8).
Kegiatan ini diikuti oleh pengelola program kesehatan ibu dan anak dari tingkat provinsi, enam kabupaten se-Sulbar, serta perwakilan dari dua Puskesmas terpilih di setiap kabupaten. Kehadiran peserta dari berbagai tingkatan diharapkan memperkuat sinergi dalam menekan angka kematian ibu dan bayi di daerah.
FGD dipandu oleh Muh. Saleh dan Agustina Uta Tabangkalua, Penelaah Teknis Kebijakan Dinkes Sulbar, dengan diskusi dinamis mengenai tantangan lapangan, capaian program, hingga strategi intervensi yang perlu diperkuat.
9 Intervensi Prioritas Penanganan AKI
Dalam forum ini, Dinkes Sulbar menekankan sembilan intervensi prioritas, yakni:
- Skrining layak hamil
- Tata laksana pasangan usia subur (PUS) yang tidak layak hamil
- Skrining kehamilan
- Tata laksana ibu hamil dengan komplikasi medis
- Skrining bayi baru lahir
- Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED)
- Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Komprehensif (PONEK)
- Program bantu rujuk
- Gerakan masyarakat bumil sehat
Selain itu, forum juga membahas manajemen program meliputi capaian data, diseminasi, serta mekanisme monitoring dan evaluasi bulanan.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, melalui tim teknis menyampaikan bahwa FGD ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas kabupaten.
“Upaya menekan AKI tidak bisa parsial, tetapi harus kolaboratif, sistematis, dan berbasis data,” tegasnya.
Melalui forum ini, setiap kabupaten diharapkan mampu memperkuat implementasi intervensi, memperbaiki sistem rujukan, serta meningkatkan deteksi dini risiko kehamilan. Dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat juga dinilai krusial agar target penurunan AKI sesuai sasaran nasional dapat tercapai.
FGD ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut berupa penguatan monitoring bulanan, pemanfaatan data berbasis evidence, serta evaluasi capaian program di tingkat Puskesmas maupun kabupaten.
Dengan langkah ini, Dinas Kesehatan Sulbar menegaskan komitmennya menyelamatkan ibu dan bayi melalui layanan kesehatan yang berkualitas, tepat waktu, dan merata di seluruh wilayah Sulawesi Barat. (*)






