Katinting.com, Bontang – Kota kecil bukan berarti tanpa tantangan. Salah satunya, soal parkir. Di Bontang, lahan yang terbatas memicu maraknya parkir liar, terutama dari kendaraan roda empat. Tapi alih-alih hanya menegur atau menindak, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memilih langkah berbeda, yakni mengurangi jumlah kendaraan itu sendiri.
“Bontang ini luasnya cuma 19 ribu hektare. Tidak sebanding dengan pertumbuhan kendaraan pribadi, khususnya mobil. Jadi kalau ke kantor, saya sarankan enggak usah bawa mobil,” kata Neni saat ditemui usai rapat koordinasi, Selasa (29/7/2025).
Ia mengungkapkan, Pemkot tengah menyiapkan sistem transportasi massal berbasis bus sebagai solusi jangka panjang. Rencana ini bukan sekadar wacana. Pemerintah akan menghadirkan bus kota lengkap dengan halte, terminal, hingga jam operasional yang tertata rapi.
“Semua pegawai OPD nanti naik bus saja. Kita siapkan sistemnya seperti di kota-kota besar. Jakarta punya Transjakarta, Surabaya punya Suroboyo Bus, Bontang juga akan punya,” tegasnya.
Hal ini menjadi bagian dari visi besar Pemkot Bontang dalam menata ulang mobilitas warga secara lebih ramah lingkungan, efisien, dan sesuai dengan karakter kota yang kecil namun dinamis. Apalagi, pertumbuhan kendaraan di Bontang tidak sejalan dengan penyediaan lahan parkir yang memadai.
Selama ini, fenomena parkir sembarangan tak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga membuat ruang kota terasa semakin sempit. Neni menilai, mengandalkan penertiban semata tak cukup tanpa perubahan pola pikir masyarakat soal mobilitas.
“Kalau transportasi publiknya sudah tersedia dan nyaman, orang pasti akan beralih. Kami sedang menuju ke arah itu,” terangnya.
Selain menyiapkan armada bus, Pemkot juga merancang halte-halte strategis dan rute-rute utama yang bisa menghubungkan pusat kota, perkantoran, dan area pemukiman. Targetnya, transportasi massal ini bisa digunakan tidak hanya oleh ASN, tapi juga masyarakat umum.
Dengan pembenahan ini, Pemkot berharap bisa menciptakan ruang kota yang lebih tertib, minim kemacetan, dan tentunya lebih manusiawi. (Re)






