Katinting.com, Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan pentingnya pendidikan reproduksi bagi remaja usia sekolah sebagai langkah konkret menekan angka pernikahan dini dan perilaku seksual berisiko. Hal ini disampaikannya saat membuka kegiatan bimbingan pra nikah yang diinisiasi Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) Bontang, Selasa (29/7/2025).
Kegiatan ini menyasar pelajar SMA swasta se-Bontang dan mengangkat tema “Berilmu Dulu, Nikah Kemudian”. Menurut Wali Kota Neni, edukasi ini bukan sekadar pembekalan untuk menikah, tapi juga bentuk perlindungan terhadap remaja agar terhindar dari persoalan serius seperti seks bebas, kekerasan, dan kehamilan yang tidak direncanakan.
“Dengan memahami tubuh dan fungsinya, remaja bisa lebih menghargai diri, tahu bagaimana menjaga kesehatan, serta membuat keputusan yang bertanggung jawab terhadap masa depan,” jelasnya.
Sebagai dokter spesialis kandungan, Neni turut menekankan bahwa edukasi ini penting untuk membantu pelajar mengenali organ reproduksi dan bahaya penyakit menular seksual. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga medis dan psikologis.
“Anak-anak perlu tahu bahwa menjaga organ vital adalah bagian dari menjaga masa depan. Kita tidak bisa membiarkan mereka mendapatkan informasi yang keliru dari internet atau teman sebaya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena remaja yang mulai menjalin hubungan romantis di usia sekolah, namun belum memiliki kemampuan untuk memahami diri dan mengelola emosi. Menurutnya, ini berpotensi membuat remaja mengambil keputusan yang tidak tepat.
“Kalau berpacaran, semua hal dibicarakan dengan pacar. Padahal yang paling tahu kebutuhan diri kita adalah diri sendiri. Maka penting bagi remaja untuk belajar mengenali diri, mengasah kemampuan, dan menyiapkan masa depan yang matang,” terangnya.
Lebih jauh ia berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan secara berkelanjutan, menyasar lebih banyak sekolah dan kalangan remaja. Ia optimistis, upaya edukasi sejak dini dapat menjadi benteng awal pencegahan berbagai persoalan sosial yang kerap menimpa generasi muda.
“Kita ingin generasi Bontang tumbuh sehat, kuat, dan cerdas, baik secara fisik, mental, maupun moral,” pungkasnya. (Re)






