Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Di Tengah Lonjakan Kasus Kekerasan, Wali Kota Neni Tekankan Peran Keluarga dan Lingkungan Aman bagi Anak

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni

Katinting.com, Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan komitmen pemerintah dalam melindungi perempuan dan anak dari kekerasan yang kian marak terjadi.

Neni mengaku prihatin dengan meningkatnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bontang. Sepanjang Januari hingga Juli 2025, tercatat 33 kasus telah ditangani Polres Bontang. Rinciannya, 16 kasus persetubuhan, 6 pencabulan, 5 kekerasan terhadap anak, 4 KDRT, serta masing-masing satu kasus perzinahan dan penganiayaan.

“Angka ini alarm bagi kita semua. Anak-anak ini korban. Maka pelaku harus dihukum seberat-beratnya. Jangan ditoleransi,” tegasnya saat dikonfirmasi, Selasa (29/7/2025).

Namun demikian, ia menekankan bahwa pendekatan represif saja tak cukup. Menurutnya, perlu ada pembenahan serius dari hulu, seperti perbaikan kondisi sosial dan ekonomi keluarga. Salah satunya terkait keterbatasan tempat tinggal yang kerap menjadi celah munculnya tindakan asusila.

“Mohon maaf, tinggal sempit satu kamar ramai-ramai, bisa jadi pemicu. Apalagi kalau ada ayah tiri, itu sangat rawan. Di situlah pentingnya intervensi negara melalui hunian yang layak,” ungkap dia.

Ia menyebut, Pemkot Bontang telah membangun 50 unit rumah layak huni untuk keluarga kurang mampu sebagai bagian dari program pencegahan kekerasan domestik. Pembangunan fisik ini, kata dia, juga dibarengi dengan penguatan spiritual masyarakat melalui peningkatan peran tokoh agama.

“Kita juga naikkan insentif guru ngaji dan pegiat keagamaan, agar nilai-nilai moral tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia turut mengingatkan tantangan zaman di era digital. Akses internet tanpa kontrol membuat anak-anak mudah terpapar konten negatif, termasuk pornografi. Hal ini, menurutnya, bisa menjadi pintu masuk munculnya dorongan seksual sejak dini.

“Teknologi itu netral. Mau ke surga atau ke neraka tergantung yang pakai. Maka keluarga harus hadir sebagai pengawas pertama,” jelasnya.

“Keluarga adalah benteng utama. Kalau rumah tangga sehat, anak-anak tumbuh dalam kasih sayang dan kontrol moral. Itu yang kita perjuangkan,” pungkasnya. (Re)

Share: