Katinting.com, Bontang – Gedung megah berwarna putih berdiri kokoh di kawasan Hop I, Kelurahan Satimpo, Bontang Selatan. Dibangun dengan anggaran mencapai Rp 5 miliar dari APBD Kota Bontang, bangunan ini seharusnya menjadi simbol kemajuan kreativitas generasi muda. Namun hingga kini, bangunan itu masih kosong dan belum digunakan sebagaimana mestinya.
Ketua DPRD Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menyoroti kondisi tersebut sebagai bentuk kegagalan perencanaan. Ia menilai, proyek Rumah Kreasi Milenial (RKM) yang sejatinya didesain sebagai pusat aktivitas pemuda, justru belum menunjukkan tanda-tanda kehidupan sejak rampung dibangun.
“Kalau bangunan fisiknya sudah jadi, tapi sampai sekarang belum ada konsep yang jelas. Formatnya seperti apa, kita juga belum tahu,” ucapnya saat ditemui di sela kegiatan, baru-baru ini.
Andi Faiz mempertanyakan mengapa pembangunan fisik bisa selesai, sementara rancangan programnya justru belum dirumuskan. Menurutnya, hal ini mengindikasikan kurangnya integrasi antara eksekusi anggaran dan substansi tujuan dari pembangunan itu sendiri.
Tak hanya soal konsep, ia juga menyinggung belum selesainya kawasan di sekitar bangunan, terutama area depan lapangan Hop I yang menjadi akses utama ke gedung RKM.
“Kita bingung mau manfaatkan untuk apa, karena lingkungannya pun belum mendukung,” lanjutnya.
Ketua DPRD dari Partai Golkar itu menegaskan, evaluasi menyeluruh perlu dilakukan. Ia tak ingin gedung RKM menjadi bangunan mati yang hanya menyita anggaran, namun tak memberikan manfaat riil bagi masyarakat, khususnya kaum muda.
“Jangan sampai kita cuma bangun gedung tanpa memperhatikan esensi programnya. Substansi itu penting, agar bangunan tidak sekadar jadi monumen,” tegasnya.
Ia menambahkan, RKM seharusnya bisa dihidupkan melalui kerja sama lintas sektor dan pelibatan komunitas lokal. Bukan hanya RT atau kelurahan, tetapi seluruh pemangku kepentingan, termasuk dinas teknis dan komunitas kreatif.
“Kalau kawasan sudah terintegrasi dan fasilitas penunjang tersedia, baru kita rumuskan ulang konsepnya bersama anak-anak muda. Harus ada partisipasi mereka dari awal,” tutupnya. (Re)






