Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Tak Satupun Hadir, FPAK Sebut DPRD Pasangkayu Sudah Mati

S
Sahidin (baju hijau), koordinator FPAK

FPAK (Forum Pemuda Anti Korupsi) tak kendor, malah semakin bernyali di tengah melorotnya kinerja DPRD Pasangkayu

Pasangkayu, Katinting.com – Pegiat anti korupsi lokal Pasangkayu ini semakin menunjukkan eksistensi dalam perjuangan melawan indikasi tindak pidana korupsi yang marak terjadi di negeri ini.

Meski pergerakannya masih sebatas di daerah ini, namun keberadaannya cukup diperhitungkan dan selalu menghebohkan.

Lihat saja aksi-aksi sorotannya terkait sejumlah proyek yang diduga bermasalah termasuk absensi anggota DPRD Pasangkayu.

Dan semua itu selama ini selalu dan semakin menyita perhatian publik. Senin, 10 Januari 2022 di halaman Gedung DPRD Pasangkayu, Sulawesi Barat, sebanyak 16 orang kembali melakukan demonstrasi.

Pada kesempatan itu, mereka tak menemui satupun anggota DRPD Pasangkayu di gedung tersebut. Sejumlah tuntutan telah disampaikan.

Antaranya meminta kepada DPRD Pasangkayu agar bersurat kepada BPKP untuk mengaudit salah satu perusahaan konstruksi dan mendaftarhitamkan (blacklist).

Kemudian, kepada bupati agar memcopot Kadis PUPR Pasangkayu, Budiyansa. Dan terakhir, agar permasalahan BPJS kesehatan diselesaiakan.

Dalam keterangannya kepada media, ia begitu kecewa sebab tak seorang pun anggota DPRD Pasangkayu yang menemui.

“Saya tidak tahu kenapa mereka (DPRD) tidak datang. Kami demo sejak pukul 09.00 hingga 12.30,” terang kordinator FPAK, Sahidin.

Karena kecewa terhadap 30 DPRD Pasangkayu, ia juga menyebut wakil rakyat itu pengecut yang sembunyi di belakang layar.

“Dengan keranda mayat, itu simbol bahwa DPRD Pasangkayu sudah mati (fungsi pengawasan). Mereka hanya mampu berkoar tapi tak mampu merealisasikan. Padahal, gaji dan tunjangannya sangat besar, tapi tidak jelas apa yang diperjuangkan untuk rakyat,” tambah Sahidin.

Untuk mengamankan aksi ini, Polres Pasangkayu menyiagakan puluhan personel yang dipimpin Kasat Samapta Polres Pasangkayu IPTU H. Mino atas perintah langsung Kapolres Pasangkayu AKBP Didik Subiyakto.

Didik berpesan kepada kasat agar melakukan pengamanan secara humanis dan tidak terprovokasi aksi massa. Pun tidak anarkis untuk menghindari bentrokan. Ia juga meminta agar melakukan penggalangan para pemuda anti korupsi tersebut.

Arham Bustaman

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat