Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Wisata Tapandullu Bangkit Ditengah Pandemi

Pantai wisata Tapandullu

Mamuju, Katinting.com – Pengetatan dimasa pandemi membuat sebagian usaha kecil menengah terpuruk di Mamuju, tidak terkecuali usaha sektor pariwisata, apalagi yang dikelolah secara swadaya tentu sangat terpukul.

Apalagi di Kabupaten Mamuju dan Majene, pada 15 Januari 2021 lalu dihantam gempa yang menelan ratusan nyawa dan kerugian materi yang tidak terhitung jumlah, sehingga membutuhkan semangat lebih untuk tumbuh dan bangkit.

Namun seiring waktu, new normal membuat banyak orang dan usaha mulai terbiasa dengan aturan yang dianggap mengenkang, karena semua untuk kebaikan dalam menekan laju penularan covid-19.

Tingkat kesadaran tumbuh seiring kebutuhan untuk tetap bergiat dan berusaha dalam memenuhi kebutuhan hidup di tengah pandemi dengan memenuhi standar prokol kesehatan termasuk rekreasi atau wisata keluarga.

Memilih tempat yang pas untuk kantong dan suasana yang nyaman adalah hal wajib. Termasuk memperhatikan suasana yang sesuai prokol kesehatan, dengan tidak terlalu ramai dan jarak bisa terjaga, serta wajib masker itu jadi catatan penting.

Amril salah satu pengelolah wisata Tapandullu pun awalnya mengeluhkan kondisi pandemi yang menghantam usahanya. Namun akhirnya harus mengalah dan memahami kondisi yang terjadi agar wisata yang dikelolah secara swakelola bisa tetap bertahan.

Menurut Amril, pada akhirnya kita harus berdamai dengan situasi, sebab jika dipaksa akan menimbulkan bahaya lebih besar. Namun akhir-akhir ini setelah ada kelonggaran, mulai ada yang berwisata lagi.

Ia pun berharap kondisi saat ini bisa dipertahankan, bahkan bisa lebih baik kedepannya sehingga semua sektor bisa tumbuh dengan baik.

“Makanya kita tidak boleh kepala batu, harus mau divaksin dan taat prokol kesehatan dan keseharian. Jika tidak maka kita sendiri jadi korban, apalagi usaha wisata kami tidak pernah ada dibantu pemerintah pasti setengah mati,” ucap Amril.

Amril bukan satu-satunya pengelolah wisata yang ada di Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat ini. Namun itu ia menawarkan harga wisata yang lebih terjangkau, pas di kantong sehingga bisa menjadi pilihan.

Selain kenyamanan asri bahari, kami menyediakan sejumlah fasilitas untuk disewakan jika berwisata dengan keluarga dengan menghubungi nomor kontak 0851-4561-2713.

Untuk gasebo ada dua, ukuran 3 X 3 meter bisa disewa 100.000 rupiah. Kemudian ada villa sebanyak lima, ukuran 3 x 3 meter dan 3 x 4 meter disewakan 250.000 rupiah.

“Pokoknya sekali bayar atau sewa itu bisa dinikmati sepuasnya sampai 24 jam,” kata Amril.

Dilokasi wisata bahari yang luasnya kurang lebih kurang lebih 50 x 70 meter. Mengelolah wisata bahari bukan lah hal yang mudah, namun Amril tokoh pemuda Tapandullu ini optimis kedepan akan semakin ramai seiring pandemi bisa diatasi.

Jarak tempuh kurang lebih 15 km atau dengan waktu 30 menit dari pusat kota Mamuju, wisata bahari Tapandullu menjadi salah satu pilihan. Selain asri harga tiket untuk menikmatinya cukup murah dan bisa membawa makanan sendiri.

Sedangkan bagi mereka yang tidak ingin repot cukup 100.000 bisa menikmati makanan untuk porsi keluarga, dua atau tiga orang.

Tersedia sejumlah menu makanan yang bisa dipesan seperti makanan tradisional Jepa, Bau Peapi, ikan laut dangkal dan jenis ikan lainnya, yang tentu masih segar sebab ditangkap langsung nelayanan lokal Mamuju.

Selain kenyaman, keamanan juga dipastikan oleh Amril terjaga. “Amanlah, kami jamin itu,” sebutnya.

Dimasa pandemi ini, Amril menyampaikan omsetnya sangat menurun dibandingkan dulu sebelum pandemi bisa mencapai 15 juta per pekan, namun sekarang hanya kurang lebih 4 jutaan.

Dulu sebelum pandemi sebelum akhir pekan sudah ada yang booking tempat, sudah penuh, ucapnya.

Ramainya itu, akhir pekan, dan paling ramai libur hari raya dan tahun baru. Namun itu, untuk tahun baru ini akan ada pembatasan karena dengar-dengar mau level 3 seluruh Indonesia. ucapnya.

Aldi Serawak, yang biasa mengunjungi wisata Tapandullu berharap pandemi bisa segera berakhir, sehingga bisa menikmati wisata bahari tanpa harus takut virus corona.

Saya biasa ke wisata bahari Tapandullu sama teman-teman. Selain nyaman juga asri, ucap Aldi.

“Kalau kesana saya paling hari minggu, tentu wajib taat protokol kesehatan, pakai masker lah dan jaga jarak. Saat sekarang ini tidak terlalu ramai jadi tidak ada kerumunan,” kata warga Rangas ini.

Ingat wisata boleh tapi harus taat protokol kesehatan yah, bukan cuman wajib pakai masker, tapi kerumunan dan mobilitas harus dijaga. Utamanya mencuci tangan dengan air mengalir, jaga jarak dan makan makanan bergizi, pesan Aldi.

Penulis : Anhar

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat