
Mateng, Katinting.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah, kembali menggenjot produksi tanaman kedelai, dengan dimulainya kembali sosialisasi pengembangan Kedelai di Mamuju Tengah, yang berlansung di ruang pola kantor Bupati Mamuju Tengah, Rabu (07/10).
Pada kesempatan sosialisasi pengembangan kedelai di Mamuju Tengah dihadiri lansung oleh Plt. Bupati Mamuju Tengah, Andi Bau Akram Dai, Kepala Dinas Kehutanan Sulbar, Hamzah, Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Abd Waris, dan Kepala Dinas Pertanian Mamuju Tengah, Muh Anwar.
Kepala Dinas Pertanian Mamuju Tengah, Muh Anwar, menuturkan bahwa Mamuju Tengah, jauh sebelum adanya program Upaya Khusus (Upsus) Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale), Bumi Lalla’ Tassisara sudah pernah menjadi sentra penghasil Kedelai.
Itu tentu dimungkinkan karena 65 persen warga Mamuju Tengah, adalah berkecimpung di sektor pertanian, sehingga kegiatan pengembangan Kedelai saat itu berjalan dengan baik, dan berada diatas lahan basah maupun lahan kering.
“Karenanya bagi Mamuju Tengah, jika kemudian kembali digenjot menjadi daerah penghasil Kedelai, tentu ini bukan yang baru bagi warga Mamuju Tengah, karena memang kedelai pernah memberi kontribusi pada perkembangan pertanian di Mamuju Tengah, karena sebagai daerah agraris Mamuju Tengah memang memiliki lahan yang potensial untuk pertanian,” ujar Anwar.
Ia menambahkan berdasarkan data dari penyuluh melalui SP Lahan, potensi lahan kering untuk tanaman pangan dimateng antara lain sawah tadah hujan seluas 5.048 Ha, Tegal/Kebun seluas 14.116 Ha dan Ladang/Huma seluas 1.315 Ha. disamping lahan reguler tersebut, terdapat penambahan potensi yang cukup besar dari lahan perkebunan.
“Terkhusus pada kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang sampai saat ini seluas 11.116 Ha dan dana yang sudah tersalur seluas 3.845 Ha dan telah siap untuk menambah potensi penanaman tanaman pangan,” imbuh Anwar
Sementara itu, Plt Bupati Mamuju Tengah, Andi Bau Akram Dai, menuturkan bahwa pembangunan yang dimulai dari desa dengan prioritas pada pertanian, menjadi jalan sekaligus solusi untuk mensejahterakan rakyat, termasuk membuat swasembada pangan jadi kenyataan.
“Karenanya, saya berharap peluang peningkatan produksi melalui pengembangan tanaman pangan dilahan kering dan lahan tandus, penting terus ditingkatkan, sebab sangat potensial guna memenuhi kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat,” tutur Bau Akram.
Untuk itu dengan luasnya potensi lahan kering di Mamuju Tengah, maka tentu untuk kebutuhan lahan pengembangan kedelai, Mamuju Tengah, menjadi tempat yang tepat dan strategis dalam program ini.
“Dengan harapan pengembangan tanaman kedelai ini tidak sebatas pada pengembangan budidaya untuk memenuhi pasar lokal, tapi jauh lebih dari itu, bisa memenuhi pasar nasional bahkan pasar internasional,” pungkas Bau Akram.
(Mahfudz)






