Mamuju, Katinting.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) menggenjot kapasitas aparaturnya dalam menghadapi tantangan transformasi digital. Sebanyak 50 pejabat eselon II, baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten, mengikuti Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) yang digelar secara daring sejak 6 hingga 17 Oktober.
Baca juga; Sulbar Genjot Kapasitas ASN Hadapi Transformasi Digital
Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Pemprov Sulbar, M. Yamin Saleh, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar program peningkatan kompetensi teknis semata. Lebih dari itu, DLA menjadi momentum strategis untuk membangun pola pikir (mindset) kepemimpinan yang baru.
“Esensinya bukan sekadar memindahkan sistem manual ke elektronik. Ini tentang transformasi fundamental untuk membentuk model kerja yang lebih efisien, adaptif, dan responsif terhadap percepatan teknologi,” ujar Yamin dari ruang kerjanya, Selasa (07/10).
Ia menyoroti bahwa keberhasilan transformasi digital bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, khususnya di level pimpinan, dalam memahami urgensi dan mengimplementasikan perubahan.
Dalam konteks penyelenggaraan, Yamin menyampaikan apresiasi atas komunikasi dan kolaborasi yang terbangun antara Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI. Sinergi ini yang memungkinkan program nasional tersebut dapat diakses oleh aparatur Sulbar.
“Apresiasi juga kami sampaikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sulbar sebagai fasilitator. Keberlanjutan program semacam ini mutlak diperlukan untuk memastikan langkah kita menuju pemerintahan yang lebih efektif dan transparan tidak terhenti di sini,” tambahnya.
Program DLA merupakan inisiatif nasional yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan digital di sektor publik. Tujuannya mendorong percepatan transformasi birokrasi agar lebih modern dan selaras dengan tuntutan masyarakat digital.
Keikutsertaan 50 pejabat tinggi ini menjadi indikator komitmen Pemprov Sulbar. Namun, implementasi hasil pelatihan dalam kebijakan dan pelayanan publik konkret akan menjadi tolok ukur sesungguhnya dari keseriusan transformasi digital di bumi Manding ini. (*/Fhatur Anjasmara)






