
Mateng, Katinting.com – Warga yang berdiam diantara Desa Polongaan dan Batupatigi, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, mengeluhkan akses jalan mereka yang kian hari kian memprihatinkan.
Kondisi akses dari dan Polongaan-Batuparigi, merupakan akses satu satunya yang digunakan oleh warga, untuk menjangkau kepentingan ekonomi, pendidikan dan kesehatan termasuk akses distribusi logistik dan komoditas.
Menurut warga, kondisi terburuk akses mereka dari dan Polongaan-Batuparigi, saat musim hujan, dimana kubangan akan semakin tampak dan berlumpur, dan ini sudah dirasakan oleh warga didua desa ini sejak lama.
“Kondisi akses yang buruk ini tentu bagi kami warga tak kami kehendaki, sebab untuk mengakses semua urusan keseharian kami, butuh waktu yang lama sampai ditujuan, akibat kami melintas dijalan yang rusak, tentu kecepatan kendaraan sangat berbeda,” tutur Mukmin, salah seorang warga Batuparigi, Senin (12/05).
Warga lainnya, Yusuf Tambura, mengemukakan bahwa rusaknya akses dari dan ke Polongaan-Batuparigi, sangat mengganggu sejumlah aktivitas warga, karena mestinya tujuan warga hanya ditempuh berkisar 10 menit sudah sampai diibukota Kecamatan Tobadak.
“Tapi akibat jalan yang rusak, maka bisa setengah jam kemudian, kita baru sampai diibukota kecamatan, bisa dibayangkan kalau ada urusan mendesak tiba tiba, maka bisa terlewatkan hanya karena kami kelamaan dijalan,” keluh Yusuf.
Karenanya Ia berharap, kiranya ada perhatian pemerintah pada kondisi akses Polongaan-Batuparigi, agar lebih memudahkan warga mengakses segala tujuan aktivitasnya.
“Paling tidak saat ini, pemerintah melalui instansi terkait, melakukan pemeliharaan, dengan menimbun kubangan dan menyingkirkan lumpur dengan cara digreder, jadi sekalipun belum di aspal tak ada masalah, karena kondisinya tak berkubang,” pungkas Yusuf. (Mahfudz)






