Mamuju, Katintin.com – Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin tiba di Mamuju dan langsung mengunjungi SMK 1 Rangas di Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Rangas Mamuju. Pada Kunjungan itu, Wapres memberi motivasi dan semangat kepada 70 anak tidak sekolah (ATS) yang akan dikembalikan kebangku pendidikan. Kamis, 23 Februari 2023.
Kesempatan ini juga memberikan bantuan berbagai peralatan sekolah kepada anak yang akan kembali bersekolah melalui Program Tangani Total Anak Tidak Sekolah (Portal ATS).
Kedatangan Wapres Ma’ruf Amin di SMK Rangas, didampingi Pj Gubernur Sulbar Akmal Malik, Wakil Bupati Mamuju Ado Mas’ud dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulbar, M. Natsir.
Disana, Wapres meninjau rehabilitasi serta renovasi sarana dan prasarana sekolah yang rusak akibat Gempa M6,2 yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene pada medio Januari 2021 lalu.
“Sebab pendidikan hal penting, kita kedepan akan ada kompetisi, kalau tidak memiliki modal pengetahuan nanti akan tertinggal, kita ingin SDM kita memiliki ilmu pengetahuan dan tekhnologi,” kata Ma’ruf Amin.
Dia menuturkan, pendidikan merupakan instrumen utama dan prioritas dalam sebuah pembangunan, karena itu dia meminta agar ada peningkatan SDM.
“Kuncinya SDM. SDM kuncinya pendidikan, negara orang maju karena pendidikan untuk itu pendidikan harus dilanjutkan,” ucap Wapres.
Ia pun, memotivasi seluruh siswa agar dapat kembali bersemangat bersekolah sekaligus semangat dalam belajar agar kedepan mampu berdaya saing dengan tetap cinta kepada bangsa dan negara.
“Anda harus menjadi orang yang berguna bisa bersaing sehat memiliki kemampuan dan negara ingin menhmjadi negara maju dan itu harus teramapil memiliki ilmu pengetahuan dan memiliki akhlak yang mulia juga memiliki komitmen semangat kebangsaan,”jelasnya.
Diakhir sambutannya, Wapres berharap agar seluruh siswa yang putus sekolah setelah kembali bersekolah memiliki ilmu pengetahuan dengan menjadi anak yang berakhlak mulia dan berbakti kepada bangsa dan negara.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Rangas Mamuju, Mahmud Ridwan mendukung penuh Portal ATS. Katanya pihaknya akan menampung para ATS yang ingin kembali bersekolah. Hanya saja katanya, sistem proses belajar mengajarnya berbeda dengan siswa reguler.
“Saya sangat mendukung. SMK Rangas sangat mendukung bahka saya menyiapkan mobil untuk ATS itu. Berapapun jumlahnya. Hanya mungkin sistem pembelajarannnya kami akan bedakan. Karena ATS itu banyak penyebabnya, sehingga perlakuannya harus berbeda daripada siswa reguler,” kata Mahmud.
Dia menjelaskan ATS yang ingin kembali bersekolah di SMKN 1 Rangas akan di fokuskan pada peningkatan keterampilan. Dia mencontohkan untuk laki-laki akam difokuskan pada keterampilah welding atau pengelasan, sedangkan untuk perempuan difokuskan pada Agribisnis pengolahan hasil pertanian (APHP).
“Ini konsep saya untuk sementara. misalnya fokuskan di pengelasan. Fokus ke keterampilan agar mereka bisa bekerja dengan baik dengan keterampilan yang dia miliki atau kalau perempaunnya di APHP,” jelasnya.
“Karena ini bisa langsung diaplikasikan ketika mereka keluar dari sini. Langsung bernilai ekonomis dan mudah untuk mendapatkan penghasilan,” tutupnya.
(*/Zulkifli)






