Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Wali Kota Neni Soroti Pentingnya Edukasi dan Penegakan Hukum untuk Lindungi Anak dari Kekerasan

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Dok. Prokopim/Hasan)

Katinting.com, Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak tak cukup hanya dengan program pembangunan, tetapi harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat dan penegakan hukum yang kuat. Hal ini ia sampaikan menanggapi masih adanya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Bontang.

Menurutnya, perlu ada upaya sistematis dari berbagai pihak, khususnya dinas terkait, untuk terus mengedukasi masyarakat dan meliterasi mereka tentang pentingnya menjaga hak-hak anak.

“Yang pertama tentu dari dinas terkait harus mengedukasi masyarakat, meliterasi masyarakat. Kemudian penegakan hukum juga penting. Love investment itu, bagi ayah tiri atau pelaku pelecehan seksual, hukum harus ditegakkan supaya jera,” ujar Neni saat ditemui usai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Bontang Citimall, Minggu (3/8/2025).

Ia menyebut, perlindungan anak bukan hanya urusan pemerintah semata, tetapi juga tanggung jawab sosial yang harus melibatkan keluarga, lingkungan sekitar, serta media. Kasus kekerasan terhadap anak, jika tidak ditangani dengan bijak, dapat meninggalkan dampak jangka panjang secara psikologis.

Karena itu, Wali Kota Neni mengimbau media dan masyarakat untuk lebih sensitif saat menyampaikan atau menyebarluaskan informasi yang berkaitan dengan korban anak. Terutama dalam menjaga kerahasiaan identitas dan kondisi psikologis mereka.

“Kalau menurut Bunda, anak-anak korban ini jangan diekspos. Itu akan memberikan trauma yang mendalam. Kasihan anak-anak kita. Mungkin bagi kamu biasa saja, naik rating, tapi anak-anak kita korban. Tolong kalau untuk anak-anak, dijaga dulu,” pintanya dengan nada tegas.

Ia berharap setiap kasus kekerasan terhadap anak dapat ditangani dengan cepat, tegas, dan sensitif. Ia menegaskan bahwa Bontang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada aspek perlindungan sosial, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

“Anak-anak ini masa depan kita. Jangan sampai mereka tumbuh dengan luka, baik secara fisik maupun batin. Semua pihak harus ambil bagian,” katanya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penghargaan dan status administratif bukan akhir dari tugas pemerintah, tetapi awal dari tanggung jawab lebih besar untuk memastikan setiap anak di Bontang bisa tumbuh aman, bahagia, dan berdaya. (Re)

Share: