Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

WALHI Sulbar Tegaskan Sikap Independen: Menolak Politisasi dan Klaim Palsu

Hermadi, kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Sulbar. (ist)

Mamuju, Katinting.com – Menjelang Pilkada Sulawesi Barat 2024, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk tetap independen dan bebas dari pengaruh politik praktis. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis pada hari ini, WALHI Sulbar menolak keras segala bentuk politisasi isu lingkungan yang mengatasnamakan organisasi tersebut, serta klaim sepihak yang beredar terkait dukungan terhadap calon gubernur.

Hermadi, Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye WALHI Sulbar, menegaskan bahwa organisasi yang fokus pada advokasi lingkungan ini tidak terlibat dalam politik praktis dan tidak mendukung pasangan calon (paslon) manapun dalam Pilkada 2024. Menurut Hermadi, klaim-klaim yang mencoba mengaitkan WALHI dengan kepentingan politik tertentu harus dihentikan karena berpotensi menyesatkan masyarakat.

“WALHI Sulbar adalah organisasi masyarakat sipil yang mandiri. Kami tidak mendukung calon kepala daerah manapun dalam Pilkada ini. Semua klaim yang mengatasnamakan WALHI tanpa konfirmasi resmi harus dihentikan karena dapat membingungkan publik,” tegas Hermadi.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah adanya tuduhan terhadap pasangan calon gubernur yang mengaitkan mereka dengan afiliasi bisnis energi yang dianggap merusak lingkungan. WALHI Sulbar dengan tegas menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak mencerminkan posisi resmi organisasi.

Sebagai lembaga yang berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, WALHI Sulbar mengajak masyarakat Sulawesi Barat untuk tetap fokus pada isu-isu yang lebih substansial, seperti pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan adil.

Hermadi juga mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang memiliki komitmen nyata terhadap penyelamatan lingkungan. Menurutnya, kepemimpinan yang visioner dan pro-lingkungan adalah kunci untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Barat.

“Kami mengimbau masyarakat Sulbar untuk memilih pemimpin yang tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi memiliki tindakan nyata untuk penyelamatan alam. Kepemimpinan yang peduli lingkungan sangat penting bagi keberlanjutan daerah ini,” tambahnya.

WALHI Sulbar juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap penyebaran informasi hoaks yang memanfaatkan isu lingkungan demi kepentingan politik sesaat. Organisasi ini menegaskan bahwa proses demokrasi harus tetap sehat dan bebas dari manipulasi isu yang bisa merugikan banyak pihak.

“Proses Pilkada 2024 harus dijalankan dengan prinsip demokrasi yang sehat. Kami percaya bahwa memilih pemimpin yang tepat harus berdasarkan pada visi dan misi yang jelas untuk keberlanjutan lingkungan, bukan berdasarkan politik praktis yang hanya mengejar keuntungan sesaat,” pungkas Hermadi.

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat