Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Wabup Mamasa: Kebijakan SDK Tunjukkan Pemprov Hadir untuk Kabupaten

Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman (kanan) menyerahkan program usulan dari Pemkab Mamasa ke Gubernur Sulbar, Suhardi Duka di Musrembang RKPD 2026 dan RPJMD 2025-2029 di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar.

Mamasa, Katinting.com – Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang melibatkan pemerintah kabupaten dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Dalam Musrenbang yang digelar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, (29/4), setiap kabupaten diberi ruang menyampaikan program prioritas untuk disinkronkan dengan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka–Salim S. Mengga.

“Ini baru kelihatan. Karena biasanya kami anggap provinsi ini seperti kabupaten ketujuh. Tapi setelah bapak SDK jadi Gubernur, sudah terlihat bahwa Pemprov benar-benar menjalankan fungsinya memberikan bantuan ke kabupaten,” ungkap Sudirman usai menghadiri musrenbang.

Ia menyebutkan bahwa Pemkab Mamasa bakal menerima kucuran dana sebesar Rp50 miliar dari APBD Provinsi Sulbar tahun 2026. Dana tersebut akan difokuskan untuk peningkatan infrastruktur dan pelayanan dasar di daerah berjuluk Bumi Kondosapata itu.

Salah satu prioritasnya adalah membuka akses jalan ke wilayah ibu kota kecamatan yang masih sulit dijangkau kendaraan roda empat. “Ini penting untuk menunjang mobilitas dan akses pelayanan masyarakat, dan ini juga masih menjadi kewenangan provinsi,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Mamasa juga berencana membangun Sekolah Menengah Atas (SMA) baru di Kecamatan Tabang yang hingga kini belum memiliki fasilitas pendidikan tingkat atas.

Tak hanya itu, sektor pariwisata juga tak luput dari perhatian. Mamasa selama ini selalu dianggap sebagai daerah tujuan pariwisata di Sulbar. Hanya saja kata dia, selama ini belum ada intervensi nyata dari pemerintah provinsi.

“Sehingga dengan adanya dana tersebut kami gelontorkan kurang lebih 1 miliar untuk Pariwisata. Mulai dari akses serta sarana dan prasarananya. Kemudian di Sulbar, objek wisata air panas hanya di Mamasa, jadi itu juga kami kembangkan,” ungkap Sudirman.

Menurut Sudirman, keberadaan dana dari Pemprov Sulbar akan membawa dampak besar bagi Mamasa, termasuk merombak postur APBD mereka secara signifikan. Ia menambahkan bahwa tahun ini saja, anggaran provinsi untuk Mamasa mencapai sekitar Rp30 miliar, termasuk pembangunan akses jalan dari Salutambun–Urekang ke Mambi, serta dari Nosu ke Pana.

“Juga ada dukungan untuk UMKM dari Dinas Sosial dan Koperindag. Ini jelas sangat membantu kami,” pungkas mantan anggota DPRD Sulbar tersebut.

Sementara itu, Gubernur Sulbar, Suhardi Duka mengatakan bahwa Musrembang kali menjadi istimewa karena melibatkan Pemerintah Kabupaten. Katanya Pemerintah Provinsi harus menjadi mitra utama pemerintah Kabupaten bulan menjadi kabupaten ke-tujuh di Provinsi ke-33 ini.

“Tapi intinya 50 miliar per kabupaten insyaallah bisa kita realisasikan,” pungkasnya.

(Zulkifli)

Share:

Redaksi

Media Informasi Rakyat