
Mateng, Katinting.com – Beberapa waktu lalu, beredar potongan video dari salah satu platform media sosial, bernuansa teror, dari salah seorang keluarga pasien yang dinyatakan positif meski telah meninggal pekan lalu.
Tampak dalam vidio yang berdurasi kurang lebih satu menit tersebut, terlihat seorang keluarga almarhumah yang juga dalam proses karantina menyampaikan candaan bernuansa ancaman kepada publik, bahwa akan keluar dari Desa Pontanakayyang, untuk keliling sejumlah wilayah Mamuju Tengah dan menyebut beberapa titik yang akan dikunjunginya.
Akibat beredarnya video tersebut, menimbulkan kepanikan dikalangan masyarakat Mamuju Tengah (Mateng), dan berharap kepada pihak Pemkab Mateng, ada tindakan tegas terkait terhadap penebar teror di Covid-19 di Mateng, karena justru itu akan dapat membuat masyarakat makin stress.
Diketahui namanya H. Anto, pembuat vidio bernuansa teror memberikan klarifikasi serta memohon maaf kepada Pemkab Mateng dan masyarakat atas pernyataan nya dalam video tersebut.
Klarifikasi itu dia sampaikan melalui video yang tersebar di grup-grup WhatsApp, berdurasi 3.51 menit.
“Saya memohon maaf atas viralnya video saya kemarin bahwa mengatakan tempat itu virus corona. itu salah. Sakali lagi saya memohon maaf kepada kepada Bupati Mateng, Kapolres dan warga Mateng atas viralnya video saya kemarin,” ungkapnya.
Dia berujar, tindakan yang dilakukan dalam video yang berdurasi 00.36 detik itu karena emosi. “Yang membuat saya kemarin sangat emosi karena saya sudah kehilangan saudara. Tapi msih dituduh kena covid 19 itulah saya keluarkan statement itu,” ujarnya.
Ia juga mengaku sampai saat ini masih sakit hati atas kehilangan saudaranya beberapa waktu lalu.
Olehnya, melalui video terbarunya ini, dia meminta kepada masyarakat untuk tidak panik dan terlalu beranggapan bahwa Pontanakayyang serang masuk zona merah akibat covid-19 ini.
“Saya sudah hampir satu bulan tidak keluar rumah karena saya tahu diri, bahwa diluar sana mengatakan kakak saya kena covid-19. Jadi warga mateng nda usah terlalu banyak bicara juga membesar-besarkan ini. cukup diam saja. mudah-mudahan covid-19 selesai. Insya Allah pemerinath segera mengatasi ini,” sebutnya.
(Zulkifli/Anhar)






