Mamuju, Katinting.com – Pemprov Sulawesi Barat menyadari kalua tingginya pemanasan global saat ini, tidak lepas dari terjadinya penurunan produksi O2 di udara yang biasanya dihasilkan oleh rimbunnya tumbuhan di suatu wilayah.
Untuk itu, Pemprov Sulbar melalui program ketahanan pangan dengan menanam sukun di berbagai tempat dan Kawasan diyakini dapat menjadi salah satu upaya menurunkan tingkat produksi emisi karbon.
Karenanya, melalui kesempatan ini, Pemprov Sulbar yang dipimpin oleh Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan tiga institusi negara, masing masing Polda Sulbar, Korem 142 Tatag dan Pangkalan Angkatan Laut, yang di lakukankan pada Senin (03/06) di Graha Sandeg Kantor Gubernur Sulbar.
Kegiatan penandatanganan MoU ini dihadiri langsung oleh Sekprov Sulbar Muhammad Idris, dan sejumlah pimpinan instansi vertikal di Sulawesi Barat.
“Saya kira kita memulai yang baik di Sulawesi Barat, dengan program penanaman sukun, ini bisa menjadi upaya bersama menurunkan tingkat emisi karbon di udara Sulawesi Barat, yang memicu pemanasan global” sebut Pj Gubernur Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin.
Ia menuturkan bahwa tentu langkah ini, tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemprov Sulbar, karenanya, kita mengajak sejumlah instansi vertikal untuk ikut dalam program penanaman sukun ini.
“Saya kira ini adalah konsep ekonomi biru, yang kami tawarkan kepada sejumlah pihak di Sulbar untuk dapat diejahwantahkan bersama, sebagai bagian mendukung pencegahan laju pemanasan global, sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat Sulbar” tutur Bahtiar.
Ia pun berharap kiranya MoU yang diteken hari ini (baca Senin), dapat ditindalanjuti Bersama sama, dan memberikan dampak besar yang baik bagi masyarakat Sulbar.
“Tentu harapan kita, ini memiliki manfaat ekonomi dan manfaat merawat lingkungan serta bumi” pungkas Bahtiar Baharuddin. (Fhatur Anjasmara)






