Mamuju, Katinting.com – Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan Coaching Statistic Through Class (Cosmic) Pembinaan Statistik Sektoral 2025 yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar. Kelima seri program ini berakhir pada Selasa, 9 Desember 2025.
BACA JUGA: Strategi Diskominfopers Sulbar Kuatkan Komunikasi Publik Menuju Sensus Ekonomi 2026
Atas partisipasi penuh dan konsistensinya, Bapperida Sulbar menerima piagam penghargaan dari BPS Sulbar. Apresiasi ini merupakan pengakuan atas komitmen Bapperida dalam meningkatkan kapasitas statistik sektoral sebagai fondasi penyusunan kebijakan publik yang akurat dan berbasis bukti (evidence-based policy).
Plt. Kepala Bapperida Sulbar, Darwis Damir, menegaskan bahwa keterlibatan ini adalah wujud nyata komitmen untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, khususnya dalam pengelolaan data. Hal ini selaras dengan misi kelima Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK), dan Wakil Gubernur, Salim S. Mengga.
“Kami memberi tugas kepada staf untuk mengikuti Cosmic 2025 agar kualitas data sektoral yang dihasilkan Bapperida semakin baik,” ujar Darwis Damir.
Dua Penelaah Teknis Kebijakan Bapperida, Faried Bainta dan M. Junaid A., ditugaskan khusus untuk mengikuti kelima seri pelatihan hingga meraih sertifikasi lengkap. Lima modul pelatihan Cosmic 2025 yang telah diikuti mencakup:
1. Identifikasi Kegiatan Statistik (27 Mei 2025)
2. Proses Bisnis Statistik (23 Juni 2025)
3. Kualitas Data dan Kelembagaan (29 Juli 2025)
4. Prinsip Satu Data Indonesia (23 Oktober 2025)
5. Sistem Statistik Nasional (9 Desember 2025)
Darwis menambahkan bahwa partisipasi penuh ini adalah langkah strategis. Kualitas data sektoral merupakan penopang utama perencanaan pembangunan daerah dan penguatan kebijakan berbasis data yang akurat.
Dengan penyelesaian pelatihan ini, Bapperida Sulbar semakin memperkuat komitmennya untuk meningkatkan kualitas data dan menerapkan standar Satu Data Indonesia.
“Harapannya, capaian ini dapat memperkuat ekosistem data pembangunan di Sulawesi Barat, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran, transparan, dan akurat,” tutup Darwis Damir. (*)






