Mamuju, Katinting.com – Intervensi anggaran besar dalam jaminan kesehatan akan berimbas secara positif pada sejumlah sektor lain, termasuk pendapatan daerah yang secara tidak langsung diterima oleh sejumlah sarana kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit melalui klaim BPJS Kesehatan.
Itu disampaikan Bupati mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi saat menghadiri penyerahan sertifikat Universal Healt Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan. Rabu 12 Januari 2022.
Pemerintah Kabupaten Mamuju telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk sektor kesehatan, ditahun 2021 nilai anggaran lebih dari 35 miliar rupiah, dan terus ditingkatkan pada tahun ini hingga hampir 60 miliar rupiah untuk memberikan jaminan kesehatan gratis melalui kepesertaan BPJS kesehatan yang akhirnya dapat mengakomodir 95 persen masyarakat Mamuju dari semua kecamatan yang ada.
Secara tidak langsung kita juga membantu Puskesmas dan Rumah sakit karena dapat klaim dari BPJS, ucap Sutinah.
Atas capaian UHC, Sutinah juga mengapresiasi BPJS kesehatan yang telah membangun sinergi bersama pemerintah daerah dalam memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat Mamuju.
Untuk itu ia berharap, lewat gelontoran dana yang cukup besar tersebut akan berbanding lurus dengan pelayanan yang semakin meningkat dari BPJS kesehatan.
Direktur SDM dan Umum BPJS kesehatan, Andi Afdal Abdullah, sangat mengapresiasi atas komitmen yang dinilai luar biasa dari Bupati Mamuju dalam upaya memberikan jaminan kesehatan kepada semua masyarakat.
Ia berharap apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mamuju dapat di contoh oleh daerah lain demi memajukan derajat kesehatan masyarakat secara umum.
“Ini adalah political will yang telah dibuktikan oleh Bupati Mamuju, karena mengalokasikan anggaran yang cukup besar demi layanan kesehatan tentu akan sangat membutuhkan komitmen yang kuat dari pimpinan daerah,” sebut Andi Afdal.
Adv. Diskominfosandi Mamuju






