Katinting.com, PPU – Terkait tuntutan sekelompok mahasiswa untuk transparansi Beasiswa 1000 Sarjana yang direncanakan pada tahun 2024, hingga kini belum ada kejelasan mengenai pelaksanaannya. Sampai September 2024, perkembangan beasiswa tersebut belum menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Sujiati, menanggapi tuntutan tersebut dengan menyatakan bahwa ia belum dapat memberikan komentar mendalam karena memerlukan kajian dan data yang lebih akurat.
“Saya belum mendapatkan data yang pasti mengenai beasiswa ini, jadi saya belum bisa memberikan komentar lebih lanjut,” ungkapnya.
Namun, Sujiati menegaskan bahwa masalah ini akan segera dibawa ke DPRD PPU untuk dibahas secara komprehensif. Setelah itu, DPRD PPU akan memutuskan langkah-langkah yang akan diambil terkait pengadaan beasiswa tersebut.
“Kami akan membahasnya lebih dahulu, Insya Allah nanti akan kami sampaikan langkah-langkah selanjutnya,” jelasnya.
Selain itu, Sujiati juga memastikan bahwa pihaknya akan memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab secara teknis atas pelaksanaan beasiswa ini untuk mengetahui berbagai hambatan yang ada.
“Ini adalah laporan yang penting. Kami pasti akan segera memanggil OPD terkait dan menanyakan kendala-kendala yang menghambat pelaksanaan beasiswa ini,” pungkas Sujiati.






