Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sugiyo: TPA Batota Tak Lagi Open Dumping, Pengelolaan Kini Lebih Terkontrol

Katinting.com, Sangatta – Dalam upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur memastikan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batota kini tak lagi menerapkan sistem open dumping. Hal ini disampaikan oleh Sugiyo, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, saat ditemui dalam kegiatan sosialisasi di Gedung Wanita Bukit Pelangi, Selasa (18/11/2025).

“TPA Batota itu dulu open dumping dan bahkan sempat kena sanksi dari Kementerian. Tapi sekarang sudah banyak perbaikan. Sampah sekarang sudah tertutup tanah, tidak lagi dibiarkan terbuka seperti dulu,” jelas Sugiyo.

Ia menjelaskan, sejak pertengahan tahun lalu kondisi TPA mengalami transformasi signifikan. Tumpukan sampah yang sebelumnya dibiarkan di pinggir area kini telah diratakan, dan pengelolaan dipindahkan ke bagian tengah dengan sistem kontrol landfill. Selain itu, pipa-pipa penangkap gas metana juga telah terpasang sebagai bagian dari persiapan menuju pengelolaan TPA yang lebih modern.

“Ke depan, kita tidak boleh lagi punya TPA yang open dumping. Minimal harus kontrol landfill, bahkan sanitari landfill kalau memungkinkan. Itu target kita,” ujarnya.

Dalam hal teknis harian, Sugiyo juga menjelaskan bahwa DLH Kutim telah mengatur jadwal pembuangan sampah di TPS pinggir jalan yang dikelola oleh masyarakat. Berdasarkan Peraturan Daerah, warga diperbolehkan membuang sampah ke TPS mulai pukul 18.00 hingga 06.00 WITA. Selanjutnya, petugas dari perusahaan mitra kebersihan langsung mengangkut sampah tersebut untuk diproses di TPA.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah kini tidak hanya menekankan pada kuantitas pengangkutan, tetapi juga kualitas penanganan, agar tidak memicu dampak lingkungan seperti pencemaran air dan udara.

Sugiyo optimis bahwa dengan dukungan teknologi dan tata kelola yang lebih baik, Kutim bisa menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab, dan bebas dari praktik-praktik yang mencemari lingkungan. (ADV).

Share: