
Katinting.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) kembali menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi transformasi digital. Melalui Sosialisasi Program Smart City Tahun 2025 yang bertema “Sinergi dan Kolaborasi Membangun Ekosistem Smart City Menuju Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing,” Pemkab bertekad mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan inovatif.
Kegiatan yang digelar di Pelangi Room Hotel Royal Victoria, Senin (10/11/2025), dibuka secara resmi oleh Plt Asisten Pemkesra Setkab Kutim, Trisno, mewakili Bupati. Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah, Forkopimda, camat, perusahaan, dan akademisi, mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor.
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar, dalam laporannya menegaskan bahwa Smart City adalah gerakan bersama dan bukan hanya proyek teknologi.
“Smart City adalah program bersama. Kami ingin menyamakan persepsi, membangun kolaborasi, dan menumbuhkan kesadaran bahwa inovasi cerdas harus menjadi budaya kerja di seluruh lini pemerintahan dan masyarakat,” ujar Ronny.
Ronny memaparkan, Diskominfo Staper telah membangun sejumlah infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai fondasi digital, termasuk data center, jaringan fiber optik di Bukit Pelangi, pemasangan CCTV dan WiFi publik, serta layanan internet di berbagai unit layanan publik hingga ke tingkat desa.
“Seluruh infrastruktur ini menjadi tulang punggung pengembangan ekosistem digital di Kutim,” imbuhnya.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Trisno, ditekankan bahwa Smart City di Kutim harus berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, bukan sekadar penerapan teknologi tinggi.
“Dalam konteks Kutim yang memiliki wilayah luas dengan potensi besar namun juga tantangan konektivitas, Smart City akan memperkuat tata kelola digital yang efisien, partisipatif, serta mendorong ekonomi berbasis teknologi dan kemandirian daerah,” tutur Trisno.
Bupati menegaskan, roadmap Smart City akan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah 2025–2029, mencakup pengembangan masterplan TIK, pelayanan publik digital, integrasi data, hingga pengembangan smart environment dan smart economy. Langkah ini selaras dengan visi Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing, sebagai pondasi menuju Kutim Hebat 2045.
Sosialisasi ini turut menghadirkan narasumber dari Universitas Mulawarman, Prof Hamdani dan Muhammad Zulfariansyah, yang memaparkan strategi penerapan Smart City di daerah. Trisno menekankan pentingnya sinergi antara lima pilar yakni pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, dan masyarakat, untuk mewujudkan ekosistem Smart City yang inklusif dan berkelanjutan.(Adv)






