
Katinting.com, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) mengambil langkah antisipatif untuk menjamin ketersediaan pangan darurat bagi masyarakat. Saat ini, Diskepang memfokuskan cadangan pangan daerah (CPPD) pada komoditas beras, yang disimpan di luar wilayah Kutim karena keterbatasan fasilitas.
Kepala Diskepang Kutim, Ery Mulyadi menyatakan bahwa cadangan pangan ini diprioritaskan untuk bantuan cepat bagi korban bencana, baik alam maupun sosial.
Ery menjelaskan bahwa fungsi utama CPPD adalah sebagai bentuk intervensi cepat pemerintah dalam situasi darurat. Oleh karena itu, distribusi CPPD selalu disiagakan untuk masyarakat yang terdampak bencana.
“Melalui cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD), diprioritaskan untuk bantuan darurat masyarakat. Stok CPPD Kutim saat ini hanya sebatas komoditas beras,” ungkap Ery di Sangat belum lama ini.
Ia memaparkan, jumlah cadangan beras yang disiagakan saat ini mencapai 100 ton. Namun, karena Kutim belum memiliki gudang penyimpanan pangan sendiri, cadangan tersebut terpaksa disimpan pada fasilitas penyimpanan Bulog di Samarinda.
“Jumlahnya sekitar 100 ton disimpan di Samarinda. Jika ada kebutuhan darurat langsung kami salurkan,” tambahnya.
Diskepang Kutim berencana untuk memperkuat ketahanan pangan daerah di masa mendatang. Ery menyebutkan bahwa pihaknya akan berupaya menambah stok cadangan serta memperbanyak jenis komoditas bantuan seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Selain fokus pada penanggulangan bencana, Diskepang Kutim juga aktif menjalankan program pendistribusian pangan ke daerah rawan pangan dan keluarga berisiko stunting. Program ini bertujuan ganda, yakni menjaga kestabilan pangan dan mendukung upaya pengentasan stunting di Kutim.
“Program ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas nasional. Oleh karena itu cadangan pangan harus tetap terjaga dan disalurkan untuk hal-hal yang sangat penting,” tandas Ery.
Diskepang Kutim berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan dinas lainnya demi mendukung program prioritas daerah dan nasional, mengingat ketahanan pangan merupakan kunci utama pembangunan.(Adv)






